SEMARANG: Mantan Direktur Blora Center Haji Muhammad Jusuf Rizal mengatakan Partai Golkar harus hati-hati dalam mengajukan calon presiden pada 2014 menyusul kekalahan pasangan Alex-Nano pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Kekalahan pasangan Alex-Nano (Alex Noerdin-Nono Sampono) merupakan pukulan telak buat Partai Golkar. Kebesaran Golkar tidak membumi. Dengan hasil ini, Golkar perlu hati-hati mengajukan capres 2014 agar tidak mengalami nasib yang sama seperti hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta," katanya dalam surat elektronik Jumat (13/7) tengah malam.
Jusuf Rizal yang juga tim relawan Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI 2004 dan 2009 itu mengemukakan hal tersebut terkait dengan hasil "quick count" yang menempatkan posisi Alex-Nano yang diusung Golkar dan Hanura di bawah calon perseorangan.
Menurut dia, perolehan suara Alex-Nano sangat mengecewakan sebab keikutsertaan Alex dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta bermaksud mendongkrak suara Partai Golkar di DKI Jakarta.
"Yang terjadi justru antiklimaks karena perolehan suara Alex-Nano 4,83 persen, malah kalah dari calon independen, Faisal-Biem, sekitar 4,86 persen dari jumlah pemilih," katanya.
Fakta itu harus bisa menjadi bahan introspeksi Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar jika ingin mendorong Aburizal Bakrie sebagai calon presiden pada 2014.
Hal itu, kata dia, mengingat pemilih semakin cerdas dan kritis, lebih-lebih di daerah perkotaan seperti Jakarta.
"Kekalahan telak pasangan Alex-Nano tentu juga akan menimbulkan citra negatif. Hal ini terjadi karena Golkar terlalu 'pede'. Namun, mesin politik di bawah tidak berjalan bagus. Program yang dikemas oleh tim sukses tidak menarik atensi masyarakat," demikian Jusuf Rizal yang juga Ketua Umum Federasi LSM Indonesia (Felsmi) itu. (Antara/msb)