Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KPK Ungkap Alasan Investor Masih Gamang Benamkan Modal di RI

KPK menyebut investor masih gamang untuk menanamkan modalnya di Indonesia lantaran kepastian hukum belum terjamin
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta/ KPK
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta/ KPK

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut investor masih gamang untuk menanamkan modalnya di Indonesia lantaran kepastian hukum belum terjamin. 

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di hadapan Komisi III DPR pada saat Rapat Kerja (Raker) sekaligus bersama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Selasa (11/6/2024).

Awalnya, Ghufron merespons pertanyaan anggota Komisi III ihwal dampak maupun sumbangsih KPK pada pertumbuhan ekonomi Tanah Air. 

Secara makro, Ghufron mengatakan kerja-kerja KPK memiliki peran untuk memberantas korupsi sehingga memberikan kepercayaan diri kepada investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia.

Dia menyebut investor dalam maupun luar negeri saat ini masih gamang untuk berinvestasi di Indonesia. 

"Investasi itu sesungguhnya sampai sejauh ini, jangankan dari luar, di dalam pun itu agak gamang dan ragu untuk melakukan investasi karena perlindungan hukum, kepastian hukum belum terjamin. Di titik ini sesunguhnya sumbangsih kami KPK maupun PPATK untuk menjamin itu," ujarnya, Selasa (11/6/2024). 

Ghufron mengatakan lembaganya secara makro memberikan kepastian hukum bagi penanam modal dari luar maupun dalam negeri, melalui kerja-kerja pemberantasan korupsi. Baik dari sisi pendidikan, pencegahan hingga penindakan. 

Pimpinan KPK berlatar belakang akademisi itu mengatakan bahwa lembaganya kini juga sudah masuk ke sektor swasta terkait dengan pencegahan korupsi, tidak hanya di sektor publik. 

Adapun kontribusi lembaganya terhadap ekonomi secara mikro, ujar Ghufron, juga dilakukan melalui PNBP hasil penindakan kasus korupsi. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan bahwa keanggotaan penuh Indonesia di Financial Action Task Force (FATF) juga diharapkan meningkatkan kepercayaan investor khususnya dari luar negeri. 

"Diterimanya Indonesia sebagai anggota penuh FATF diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan global dalam bisnis internasional dan iklim investasi yang aman di Indonesia," ujar Ivan dalam kesempatan yang sama. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Dany Saputra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper