Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Anwar Usman Kembali Diterpa Kasus Etik, Penanganan Sengketa Pileg Jalan Terus

Hakim MK Anwar Usman masih akan tetap menangani perkara sengketa hasil Pileg 2024 meskipun kembali mendapatkan laporan dugaan pelanggaran etik
Ketua MK Anwar Usman (tengah) usai kembali diperiksa MKMK terkait dugaan pelanggaran etik di Gedung 2 MK, Jakarta Pusat pada Jumat (3/11/2023). JIBI/Bisnis-Reyhan Fernanda Fajarihza
Ketua MK Anwar Usman (tengah) usai kembali diperiksa MKMK terkait dugaan pelanggaran etik di Gedung 2 MK, Jakarta Pusat pada Jumat (3/11/2023). JIBI/Bisnis-Reyhan Fernanda Fajarihza

Bisnis.com, JAKARTA – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman masih akan tetap menangani perkara sengketa hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 meskipun kembali mendapatkan laporan dugaan pelanggaran etik.

Anwar Usman kembali dilaporkan ke Majelis Kehormatan MK (MKMK) pada awal pekan ini oleh advokat Zico Simanjuntak.

Hal ini berkaitan dengan status kuasa hukum Anwar dalam gugatan pemberhentian statusnya sebagai Ketua MK di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Muhammad Rullyandi.

Rullyandi merupakan salah penasihat hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku termohon dalam perkara sengketa Pileg 2024, yang turut ditangani Anwar Usman.

Namun, Juru Bicara Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih mengatakan bahwa status Rullyandi itu tidak berpengaruh terhadap Anwar Usman.

"Kedudukan Rullyandi sebagai kuasa KPU tidak berpengaruh pada Panel 3, tempat Yang Mulia Anwar Usman menjadi anggota panel dalam putusan [sengketa] Pileg," kata Enny saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/5/2024).

Terpisah, Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna mengatakan bahwa laporan dugaan pelanggaran etik Anwar Usman itu baru akan mulai dibahas pada sore ini.

Menurutnya, ipar Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tetap bisa mengadili perkara sengketa Pileg 2024 selama MKMK masih menangani laporan etik tersebut.

“Kan tidak boleh menghukum orang hanya atas dasar prasangka," kata Palguna melalui pesan singkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper