Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Jarak Menengah ke Laut Jepang

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal balistik dari Pyongyang pada Selasa pukul 06.53 pagi waktu setempat.
Peluncuran uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat Hwasong-18 pada hari Rabu, 12 Juli 2023. ANTARA/KCNA
Peluncuran uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat Hwasong-18 pada hari Rabu, 12 Juli 2023. ANTARA/KCNA

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Utara menembakkan sebuah rudal balistik jarak menengah ke laut di lepas pantai timur pada Selasa (2/4/2024). Aksi ini mendapat kecaman langsung dari Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.

Melansir Reuters, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal balistik yang diduga rudal jarak menengah dari wilayah Ibu Kora Korea Utara, Pyongyang, pada Selasa pukul 06.53 pagi waktu setempat.

Rudal tersebut terbang sekitar 600 km sebelum jatuh ke laut. Adapun Kementerian Pertahanan Jepang memperkirakan rudal tersebut menempuh jarak 650 km dan mencapai ketinggian maksimum 100 km.

Pernyataan dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan tidak menyebutkan jenis rudal secara spesifik, tetapi Korea Utara diketahui telah menguji coba rudal hipersonik jarak menengah dengan mesin berbahan bakar padat.

Pada Maret lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengawasi uji coba mesin berbahan bakar padat untuk rudal hipersonik jarak menengah untuk mengembangkan kemampuan pertahanan nasional, demikian dilaporkan media pemerintah.

Jepang mengatakan bahwa rudal tersebut diperkirakan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang (ZEE).

Di tengah kekhawatiran bahwa Rusia dan Korea Utara sedang mengembangkan hubungan militer yang lebih dekat, Amerika Serikat dan sekutu-sekutu utamanya di Asia, Korea Selatan dan Jepang, memperluas kerja sama keamanan.

Para pejabat di Amerika Serikat, Korea Selatan dan Ukraina menuduh Korea Utara menyediakan senjata seperti rudal kepada Rusia untuk digunakan dalam perang Ukraina. Pyongyang dan Moskow telah membantah tuduhan tersebut.

Korea Selatan mengumumkan sanksi terhadap dua kapal Rusia diduga mengangkut amunisi antara Korea Utara dan Rusia, dan dua organisasi Rusia yang terlibat dalam mempekerjakan pekerja Korea Utara untuk membantu Pyongyang mendapatkan mata uang asing, demikian menurut Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengutuk Korea Utara atas peluncuran rudal pada hari Selasa yang berdampak pada perdamaian dan stabilitas kawasan.

Korea Utara baru-baru ini mengatakan bahwa mereka tidak tertarik untuk mengadakan pertemuan puncak dengan Jepang dan akan menolak pembicaraan apapun, yang berpotensi memperburuk hubungan yang sudah bermusuhan antara kedua negara.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat sedang mengatur pertemuan antara Presiden Joe Biden dan rekan-rekannya dari Jepang dan Korea Selatan pada bulan Juli di sela-sela KTT NATO di Washington, demikian laporan media Jepang.

 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper