Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Korsel Tuding Korut Kirim Ribuan Kontainer Amunisi ke Rusia

Korsel mengeklaim bahwa Korea Utara mengirimkan sekitar 6.700 kontainer amunisi ke Rusia sebagai suplai persenjataan dalam perang melawan Ukraina sejak Juli.
Kim Jong-un mengunjungi pabrik pembuatan pesawat di kota Komsomolsk-on-Amur di wilayah Khabarovsk, Rusia, 15 September 2023. KCNA melalui REUTERS
Kim Jong-un mengunjungi pabrik pembuatan pesawat di kota Komsomolsk-on-Amur di wilayah Khabarovsk, Rusia, 15 September 2023. KCNA melalui REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Selatan (Korsel) menuding Korea Utara (Korut) telah mengirimkan ribuan kontainer berisi amunisi perang ke Rusia.

Menteri Pertahanan Korsel Shin Won-sik mengeklaim bahwa negeri tetangga pimpinan Kim Jong-un tersebut telah mengirimkan sekitar 6.700 kontainer amunisi ke Rusia sebagai suplai persenjataan dalam perang melawan Ukraina sejak Juli tahun lalu.

Dia menyebut bahwa kiriman kontainer tersebut mungkin memuat lebih dari 3 juta peluru artileri 152 mm dan 500.000 peluru 122 mm.

“Itu mungkin juga merupakan campuran dari keduanya. Kami memperkirakan bahwa setidaknya beberapa juta peluru telah dikirim,” kata Shin sebagaimana pemberitaan kantor berita Yonhap, Selasa (27/2/2024).

Dia menambahkan, pabrik Korea Utara yang memproduksi peluru artileri untuk Rusia beroperasi terus-menerus di tengah kekurangan bahan mentah dan listrik yang melanda negara tersebut.

Meskipun tidak memerinci sumber informasinya, Shin mengeklaim bahwa hanya ada 30% pabrik senjata yang beroperasi dari keseluruhan yang ada.

Sebelumnya, Korea Selatan bersama Amerika Serikat telah menuduh Korut dan Rusia menjalin kerja sama pertukaran senjata. Meskipun memiliki kerja sama militer resmi, kedua negara menampik tuduhan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS, dalam lembar fakta yang dirilis pada Jumat lalu, mengatakan bahwa Korea Utara telah mengirimkan lebih dari 10.000 kontainer amunisi atau bahan terkait ke Rusia sejak September 2023.

Sebagai imbalannya, Korea Utara telah menerima sekitar 9.000 kontainer yang sebagian besar berisi persediaan makanan, yang menurut Shin telah membantu menstabilkan harga pangan di negara itu.

Shin juga mengatakan bahwa Korea Utara dapat meluncurkan satelit lain pada awal bulan depan karena Rusia terus memberikan bantuan teknis, selagi Korut meminta bantuan dalam bidang teknologi pesawat terbang dan peralatan mobilitas darat.

“Tidak jelas berapa banyak yang akan diberikan Rusia, namun semakin Rusia bergantung pada peluru artileri Korea Utara, semakin besar tingkat transfer teknologi Rusia,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper