Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perolehan Suara PSI versi Real Count Melonjak, Ini Penjelasan KPU

Mengacu data real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), partai PSI sempat mengalami peningkatan suara hingga 72.441 dalam kurun waktu 17 jam.
Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2024 di kantor KPU, Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha
Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2024 di kantor KPU, Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) buka suara terkait lonjakan kenaikan angka perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menembus angka 3% hingga Sabtu (2/3/2024).

Berdasarkan catatan Bisnis, hasil real count Pemilu 2024 KPU suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus meningkat mencapai 3,12% hingga pukul 09.00 WIB.

Mengacu data KPU, partai PSI mengalami peningkatan suara sebesar 72.441 dalam kisaran waktu 17 jam. Pasalnya, dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya perolehan suara PSI pada (1/3/2024) pukul 16.00 WIB mencapai 2.319.968 atau sekitar 3,03%.

Namun demikian, partai yang dipimpin oleh putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep itu telah mengantongi 2.392.409 suara atau setara 3,12%. 

Menanggapi hal tersebut, Anggota KPU RI, Idham Kholik menyampaikan bahwa saat ini masih berlangsung rekapitulasi suara secara berjenjang dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun KPU/Komisi Independen Pemilihan (KIP) kabupaten/kota.

Idham juga tidak menjelaskan apakah lonjakan peningkatan suara PSI itu merupakan hasil dari dugaan anomali atau salah perhitungan dari KPU.

"20 Maret adalah batas akhir rekapitulasi tingkat nasional di KPU RI," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (2/3/2024).

Lebih lanjut, Idham menegaskan bahwa rekapitulasi secara berjenjang ini dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh pihak-pihak terkait seperti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Proses rekapitulasi secara berjenjang dilakukan secara terbuka tidak hanya disaksikan oleh saksi dan diawasi oleh Bawaslu, tetapi dipantau oleh pemantau terdaftar dan disaksikan oleh masyarakat serta diliput oleh jurnalis media," pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper