Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KPPS Meninggal Diduga Kelelahan, KPU Sebut Sudah Antisipasi Tapi Ditolak DPR

Banyak petugas KPPS yang kelelahan karena harus selesai melakukan perhitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
Seorang anggota KPPS menunjukkan surat suara kepada pemilih/ilustrasi
Seorang anggota KPPS menunjukkan surat suara kepada pemilih/ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui ada sejumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal, seperti laporan dari berbagai daerah.

Komisioner KPU Idham Holik mengatakan, pihaknya masih mendata jumlah petugas yang gugur saat jalankan tugas. Oleh sebab itu, dia belum bisa memastikan jumlah pastinya.

“Secara resmi KPU akan sampaikan kepada publik. Saat ini, KPU masih lakukan pendataan,” ujar Idham di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Kamis (15/2/2024).

Dia juga tidak menampik apabila banyak KPPS yang kelelahan karena harus selesai melakukan perhitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS). Idham menjelaskan KPU notabenenya sudah punya metode antisipasi agar KPPS tidak kelelahan ketika melakukan pemungutan suara.

Caranya, dilakukan penghitungan suara dua panel. Pertama, panel yang menghitung jenis surat suara presiden-wakil presiden dan DPD. Kedua, panel yang menghitung surat suara DPR dan DPRD.

Nantinya, perhitungan dilakukan secara bersamaan sehingga bisa lebih cepat selesai dan beban kerja petugas berkurang. Meski demikian, usulan tersebut ditolak oleh DPR dan pemerintah.

“Namun, ternyata pada saat kami rapat konsultasi dengan pembentuk Undang-undang, pembentuk Undang-undang masih memandang cukup satu panel, sebagaimana yang telah dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024, persis sama dengan 2019 lalu,” jelas Idham.

Sebagai informasi, belakangan muncul laporan petugas KPPS yang meninggal di sejumlah daerah. Sebagai contoh, Ketua KPPS di TPS 18 Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, yaitu Dul Hanan (50) yang wafat diduga karena kelelahan melaksanakan tugasnya.

Anggota PPS Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Abdul Konik membenarkan kabar meninggalnya Dul Hanan pada Rabu (14/2/2024).

"Sekitar pukul 16:00 WIB saat itu masih berlangsung proses perhitungan satu jenis surat suara yakni capres-cawapres. Selesai menghitung surat suara, Dul Hanan mengeluh pusing dan sesak napas. Ia meminta untuk diantarkan periksa ke puskesmas," katanya.

Setelah dari puskesmas, lanjut dia, kondisinya bertambah memprihatinkan dan napasnya tersengal-sengal, sehingga dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Rogojampi. Namun, di RS itu juga mendingan hembuskan nafas terakhir.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper