Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Analisis Drone Emprit: Sirekap KPU Dapat Sentimen Negatif di Medsos

Drone Emprit mengungkapkan dari total 3.105 percakapan publik di X (Twitter) soal Sirekap KPU pada 9 Februari, terdapat 78% sentimen negatif dan 22% positif.
Ilustrasi masyarakat memasukan kertas pilihan ke kotak suara/dok. YouTube KPU
Ilustrasi masyarakat memasukan kertas pilihan ke kotak suara/dok. YouTube KPU

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga analisis media sosial Drone Emprit mengungkapkan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapat sentimen yang mayoritas negatif di media sosial.

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mengungkapkan, dari total 3.105 percakapan publik di X (Twitter) soal Sirekap pada 9 Februari 2024, terdapat 78% sentimen negatif dan 22% sentimen positif.

Secara rinci, terdapat 2.413 percakapan menyebut Sirekap di X dengan sentimen negatif, sedangkan 674 percakapan memiliki sentimen positif dan 18 lainnya netral.

”Ini seharusnya menjadi sinyal bagi Humas @KPU_ID untuk memberi penjelasan yang cukup tentang Sirekap, dengan menjawab pertanyaan dan keraguan yang ada,” ungkap Ismail di X, dikutip Sabtu (10/2/2024).

Dalam analisis tersebut, Drone Emprit mencatat perhatian utama dari cuitan yang mempertanyakan soal Sirekap ini adalah apakah foto C1 plano masih bisa diakses oleh publik seperti tahun 2019.

Selain itu, Drone Emprit juga mencatat pro-kontra muncul di jagat maya mengenai Sirekap, termasuk kritikan dan dukungan kepada KPU, komplain dari lapangan soal Sirekap yang masih bermasalah.

Beberapa tweet juga menunjukkan kekhawatiran terkait transparansi dan keakuratan Sirekap dibandingkan dengan Situng.

”Pengguna mengungkapkan keraguan tentang keandalan hasil penghitungan suara dan kemungkinan untuk melihat data penghitungan suara secara detail, seperti foto formulir C1 yang berisi hasil tabulasi dari setiap tempat pemungutan suara,” ungkap Ismail.

Drone Emprit juga mendapati beberapa pengguna menyampaikan skeptisisme terhadap kemampuan tim IT KPU dan mengisyaratkan bahwa mungkin ada ketidakcukupan teknis serta kurangnya komunikasi yang jelas.

Adapun diskusi di Twitter menunjukkan bahwa masyarakat meminta agar hasil pemilu dapat diakses secara publik untuk diverifikasi.

Ismail melanjutkan, terdapat pula seruan masyarkat untuk peningkatan sistem. Hal ini mengisyaratkan adanya penurunan kepercayaan publik terhadap proses Pemilu dan pengelolaan data pemungutan suara.

Terakhir, Drone Emprit mendapati sejumlah tweet yang menyebut Sirekap yang membandingkan proses Pemilu saat ini dengan pemilu sebelumnya.

Ismail mengatakan analisis ini berawal dari munculnya cuitan bahwa KPU akan menggunakan Sirekap alih-alih Situng dalam Pemilu 2024.

”Analisis singkat ini sebagai masukan aja buat @KPU_ID, khususnya bagian Humas, agar bisa mengkomunikasikan dengan baik soal Sirekap ini, menjawab pertanyaan dan keraguan yang muncul, dan tidak menuding publik mendegradasi,” pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper