Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menko PMK Muhadjir Blak-Blakan Soal Harapan Pilpres Satu Putaran, Ini Alasannya

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengakui bahwa dirinya berharap Pilpres 2024 akan berlangsung dalam satu putaran.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai mengikuti pelantikan menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis/Abdullah Azzam
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy seusai mengikuti pelantikan menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengakui bahwa dirinya berharap Pilpres 2024 akan berlangsung dalam satu putaran.

Namun, dia menegaskan bahwa hal tersebut tidak disertai niat untuk secara terbuka berpihak kepada salah satu pasangan capres-cawapres yang tengah berkontestasi.

“Saya amati, semua kontestan melalui tim pemenangannya yakin bahwa bisa menang satu putaran. Baik Timses [paslon] 01 yakin menang satu putaran, 02 juga yakin akan menang satu putaran, 03 juga yakin menang satu putaran. Apa salahnya kalau saya juga ikut mendorong supaya satu putaran saja, enggak ada niat berpihak kepada siapa-siapa sebetulnya,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (7/2/2024).

Muhadjir berkata, dirinya memang mengutarakan harapan tersebut dalam berbagai kesempatan, salah satunya ketika memantau pembagian beras cadangan pemerintah di Jawa Timur.

Dia kemudian berpendapat bahwa besaran bantuan pemerintah juga berkaitan erat dengan keberlangsungan waktu Pilpres.

“Kenapa perlu satu putaran? Pertama, pertimbangan fiskal, pertimbangan biaya. Yang kedua, risiko sosial. Yang ketiga, risiko investasi, dan yang keempat risiko makro ekonomi kita,” ujarnya.

Muhadjir beralasan, apabila Pilpres berlangsung dua putaran, maka untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) saja pemerintah harus menyediakan anggaran sekitar Rp17,3 triliun. Jika ditambahkan anggaran keamanan, maka pihaknya memperkirakan angka tersebut menjadi Rp40 triliun.  

Terkait risiko sosial, dia menyebut tensi maupun intensitas konflik pada putaran kedua dapat menjadi lebih tinggi dibandingkan saat ini.

Jika kondisi itu terus berlanjut, apalagi hingga mencapai kondisi yang tidak diharapkan, dirinya mengatakan bahwa hal itu akan mempengaruhi iklim investasi di RI.

“Dan kalau sudah investasi terkendala, dampak buruknya berantai, kan gitu, ada collateral damage-nya. Pada pengangguran, kemiskinan, jadi efeknya itulah yang kita hindari, gitu. Siapa pun pemenangnya silakan saja, yang penting satu putaran itu lebih bagus daripada dua kali putaran, menurut saya itu,” tandas Muhadjir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper