Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Apa Itu Salawat Asyghil, Bergema di Debat Capres untuk Anies-Muhaimin

Bacaan, makna, dan sejarah Salawat Asyghil yang bergema mengiringi Anies-Muhaimain jelang debat capres terakhir pada Minggu (4/2/2024).
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tiba diacara debat capres kelima di Jakarta, Minggu (4/2/2024). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Debat Capres terakhir dengan mengambil tema Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi / BISNIS - Abdurachman
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar tiba diacara debat capres kelima di Jakarta, Minggu (4/2/2024). Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar Debat Capres terakhir dengan mengambil tema Kesejahteraan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sumber Daya Manusia, dan Inklusi / BISNIS - Abdurachman

Melansir dari NU Online, berikut sejarah Salawat Asyghil yang dicetuskan oleh cucu Rasulullah SAW urutan kelima.

Jafar bin Muhammad bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali Al-Murtadlo merupakan suami dari Fatimah Az-Zahra putri Rasulullah.

Imam Jafar dikenal dengan nama Jafar Ash-Shadiqm yang merupakan induk sanad dari Abu Hanifah (pendiri Madzhab Hanafi) dan Imam Malik bin Anas (pendiri Madzhab Maliki).

Penelusuran tentang sholawat Asyghil ternyata tertulis dalam kitab Al-Kawakibul Mudhiah fi Ash-Shalati Ala Khairil Bariyyah atau dalam bahasa Indonesia bermakna “Gemintang Gemerlap dalam bershalawat kepada Sebaik-baiknya Kebaikan/ Rasulullah”.

Kitab ini merupakan karya Habib Ahmad bin Umar bin Ahmad bin Aqil bin Muhammad bin Abdullah bin Umar Al-Hinduan al-Baalawi.

Kala itu, Imam Jafar Ash-Shadiq yang melatar belakangi penggunaan kata (الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ) karena beliau menjadi incaran orang banyak.

Dzurriyah keturunan Rasulullah SAW memang memegang sebuah peran besar dalam sistem pemerintahan masa itu, oleh karenanya Imam Jafar Ash-Shadiq memohon pertolongan Allah melalui Sholawat Asyghil agar terlepas dari jeratan masalah politik yang pelik.

Beliau tidak ingin orang-orang yang baik atau masyarakat umum mendapat Imbas pertikaian politik para elit kerajaan.

Dengan menggunakan وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِينَ, diharapkan kekacauan segera berlalu dan menyelamatkan orang-orang baik dari kekacauan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Halaman
  1. 1
  2. 2
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper