Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kasus Covid-19 Naik, Singapura Anjurkan Warga Pakai Masker saat Bepergian

Kemenkes Singapura mendorong masyarakatnya memakai masker seiring meningkatnya kasus Covid-19.
Seorang pejalan kaki yang memakai masker lewat di depan gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, pada Kamis, (22/7/2021)./Bloomberg
Seorang pejalan kaki yang memakai masker lewat di depan gedung bursa saham New York Stock Exchange (NYSE), New York, AS, pada Kamis, (22/7/2021)./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Singapura mendorong masyarakatnya agar memakai masker di tempat-tempat ramai, terutama di dalam ruangan atau ketika mengunjungi orang-orang yang rentan ketika kasus Covid-19 di negaranya terus meningkat. 

Kementerian itu mengatakan bahwa perkiraan jumlah kasus Covid-19 meningkat menjadi 56.043 dari periode 3-9 Desember 2023.

Melansir CNA, jumlah kasus tersebut tercatat melonjak 75% dibandingkan dengan 32.035 kasus pada pekan sebelumnya.

Adapun untuk rata-rata rawat inap harian akibat Covid-19 meningkat dari 225 menjadi 350 orang. Rata-rata kasus harian di unit perawatan intensif meningkat dari 4 menjadi 9 kasus. Sebagian besar kasus terinfeksi oleh varian JN.1, sublineage dari BA.2.86.

"Berdasarkan data internasional dan lokal yang tersedia, saat ini tidak ada indikasi jelas bahwa BA.2.86 atau JN.1 lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit lebih parah dibandingkan varian lain yang beredar," kata kementerian itu. 

Selanjutnya, kemenkes mengatakan bahwa orang-orang yang tidak sehat dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut harus tinggal di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain. Juga, orang yang bepergian harus mengenakan masker di bandara, membeli asuransi perjalanan dan menghindari tempat ramai dengan ventilasi yang buruk. 

"Kami mengimbau masyarakat untuk mencari perawatan medis di unit gawat darurat rumah sakit hanya untuk keadaan darurat yang serius atau mengancam jiwa," ujar kementerian itu menekankan. 

Kemenkes menyebut hal tersebut akan menjaga kapasitas rumah sakit benar-benar hanya untuk pasien yang membutuhkan perawatan akut di rumah sakit. 

"Adapun memungkinkan mereka yang menderita penyakit parah akan menerima perawatan tepat waktu," ucapnya. 

Sementara itu, vaksinasi tetap menjadi pertahanan utama Singapura terhadap Covid-19 dan tetap efektif dalam mencegah penyakit parah.

Kementerian itu mengatakan analisisnya menunjukkan bahwa tingkat rawat inap jauh lebih rendah di antara mereka yang selalu mengikuti perkembangan vaksinasi Covid-19 dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Berdasarkan data dari 1 Juli hingga 30 November tahun ini, rata-rata tingkat kejadian bulanan kasus rawat inap dan ICU per 100.000 penduduk bagi mereka yang tidak mengikuti vaksinasi adalah 16,2. 

Data itu menunjukan artinya, kelompok tersebut 1,6 kali lebih mungkin terjangkit Covid-19 parah yang memerlukan rawat inap atau masuk ICU, dibandingkan dengan kelompok yang terus mendapatkan suntikan Covid-19.

Seperti diketahui, beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia, bahkan Indonesia sebelumnya juga telah mengonfirmasi mengalami kenaikan kasus Covid-19 di negaranya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper