Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X mendatangi Mapolda DIY untuk meredam amarah massa pendemo pada Jumat (29/8/2025).
Kedatangan Sultan HB disambut meriah oleh massa pendemo dengan dinyanyikan lagu "Indonesia Pusaka". Mereka pun mengiringi mobil Sultan HB X agar dapat masuk ke halaman Mapolda DIY.
Massa aksi juga mengawal Sultan HB X agar tidak terkena pukulan dan lemparan.
Melansir dari akun resmi Humas Jogja, Sultan HB X tiba di Mapolda DIY sekitar pukul 22.30 WIB, didampingi oleh GKR Condrokirono, GKR Hayu, dan KPH Yudanegara.
Sultan kemudian menemui perwakilan massa pendemo yang hendak menyampaikan aspirasi mereka.
"Saya ikut prihatin dengan peristiwa yang terjadi dan saya juga menyampaikan rasa berduka cita saya atas kematian Affan Kurniawan,"
Baca Juga
Lebih lanjut kemudian Sultan HB mengaku akan menyampaikan aspirasi masyarakatnya kepada pemerintah pusat.
"Tolong aspirasinya sampaikan ke saya, saya akan sampaikan ke pemerintah pusat," kata Sultan dikutip dari video yang diunggah oleh akun resmi Humas Jogja, Sabtu (29/8).
Setelah berdialog dengan perwakilan pendemo, Sultan langsung ikut turun ke jalan menemui masyarakat yang masih bertahan di depan Polda DIY.
"Saya menghargai apa yang anda semua lakukan, apa yang anda semua lakukan itu salah satu dari keinginan kita bersama untuk tumbuhnya demokrasi," kata Sultan HB X di hadapan masyarakat Jogja, Jumat (29/8) malam.
Pidatonya tersebut langsung mendapat sorakan persetujuan dari masyarakat.
Sultan kemudian menekankan pentingnya keselamatan dan keamanan segenap masyarakat dan berharap massa aksi yang terjadi bisa tertib dan tidak memakan korban.
Sultan mengatakan bahwa demokrasi harus dijalankan dengan cara-cara yang mendidik, bukan dengan kekerasan. Apalagi di DIY yang dikenal sebagai kota pelajar, yang menjunjung kesepakatan bersama dan saling menghargai hak-hak masyarakat.
"Saya berharap demokrasi dilakukan dengan baik untuk mendidik kita semua termasuk diri saya. Sebab di Yogyakarta ini tidak ada kebiasaan terjadi kekerasan-kekerasan," lanjutnya.
Oleh sebab itu, dirinya meminta semua pihak untuk menjaga ruang dialog yang tertib dan menghindari anarki.
Pemimpin Yogyakarta itu pun mengaku akan memberikan fasilitas agar masyarakat dan pemerintah bisa berdialog.
"Kami memfasilitasi untuk berdialog dengan pemerintah pusat, baik itu saya lakukan sendiri maupun lewat surat, di mana teman-teman yang mengajukan aspirasinya. Kalau tenaga dan pikiran saya dibutuhkan, silakan. Tapi saya harus dapat suratnya sebagai dasar untuk mendiskusikan dengan pusat,” jelasnya.
Sri Sultan kemudian meminta pihak kepolisian untuk melakukan koordinasi dengan pihak demonstran untuk membangun dialog yang berkelanjutan.
Ia menambahkan, jalur kekerasan justru akan mengaburkan aspirasi yang ingin disampaikan. Oleh karena itu, Sultan berharap ke depan dialog bisa terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Mari kita bisa membangun dialog yang berkelanjutan. Karena waktunya sudah jam 01.00 malam, mari kita sama-sama pulang dan beristirahat. Kita semua sudah lelah,” tutupnya.