Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pujian Prabowo ke Gibran dan Proyeksi yang Lolos Pilpres Dua Putaran

Prabowo semakin percaya diri menangi Pilpres usai acara Konsolidasi Tim Pemenangan Prabowo-Gibran bertajuk ‘Waktunya Indonesia Maju’ di SICC, Kabupaten Bogor.
Pujian Prabowo ke Gibran dan Proyeksi yang Lolos Pilpres Dua Putaran. Capres dan Cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka / BISNIS - Surya Dua Artha
Pujian Prabowo ke Gibran dan Proyeksi yang Lolos Pilpres Dua Putaran. Capres dan Cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka / BISNIS - Surya Dua Artha

Bisnis.com, JAKARTA – Calon Presiden (capres) Prabowo Subianto semakin percaya diri akan memenangi Pilpres 2024 bersama cawapresnya, Gibran Rakabuming Raka.

Salah satu buktinya adalah Prabowo berjanji akan merangkul segenap rakyat Indonesia, termasuk lawan politik dan para pendukungnya.

“Kalau yang diberi mandat Prabowo-Gibran, saya akan merangkul semua kekuatan di Indonesia. Tidak akan ada yang saya tinggalkan," ujarnya dalam acara Konsolidasi Tim Pemenangan Prabowo-Gibran bertajuk ‘Waktunya Indonesia Maju’ di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/12/2023), dilansir dari Antara.

Kepercayaan diri Prabowo teryata juga sejalan dengan hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan tren positif dari paslon nomor urut 2 ini.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 3-5 Desember 2023, Prabowo– Gibran meraup 45.6% suara, unggul atas Ganjar Pranowo – Mahfud 23.8% dan Anies-Muhaimin 22.3%, sedangkan sekitar 8.3% belum menunjukkan pilihannya.

Berikut ini adalah rangkuman pernyataan menarik Prabowo-Gibran di acara Konsolidasi Tim Pemenangan Prabowo-Gibran bertajuk ‘Waktunya Indonesia Maju’ di SICC, Kabupaten Bogor, Minggu (10/12/2023):

Prabowo Bandingkan Gibran dengan Jenderal Soedirman

Prabowo membandingkan Gibran dengan Jenderal Soedirman. Menurutnya, usia muda Gibran yang kerap dianggap sebagai kelemahan, justru bisa menjadi senjata pamungkas untuk memenangi Pilpres 2024.

"Saudara-saudara, ada yang mengatakan wakil yang saya pilih terlalu muda, padahal panglima besar kita [Jenderal Soedirman] waktu perjuangan umurnya 29 tahun mimpin perang lawan penjajah, [dan] mampu," ungkap Prabowo saat pidato di hadapan ribuan pendukungnya.

Prabowo juga menceritakan bahwa dirinya pernah menjadi komandan kompi termuda, menjadi komandan batalyon termuda, dan jenderal termuda saat berkarir di TNI.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengungkapkan, sempat dihadapkan dengan dua pilihan cawapres. Namun, saat itu dia putuskan untuk memilih Gibran, pemuda berusia 36 tahun.

Bahkan, Prabowo menegaskan tidak ada tendensi mendukung dinasti politik dengan memilih Gibran sebagai cawapresnya. Menurutnya, Gibran adalah pilihan terbaik untuk mendampinginya membawa Indonesia menjadi lebih bai.

Punya Bekingan Jokowi dan SBY

Prabowo-Gibran didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang diisi oleh sejumlah partai politik (parpol) di lingkaran kabinet Jokowi-Ma’ruf dan ditambah Partai Demokrat.

Partai Demokrat yang digawangi oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menyatakan dukungan penuh untuk mendukung pemenangan Prabowo-Gibran.

Bahkan, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan siap turun gunung untuk memuluskan laju Prabowo menjadi Presiden ke-8 RI.

"Di belakang saya ada 20 tahun pengalaman memimpin Indonesia," kata Prabowo, dilansir dari Antara.

Berdasarkan pernyataan itu, Prabowo mengklaim mendapatkan dukungan dari SBY dan Jokowi, para presiden 2 periode di Pilpres 2024.

Janji Lanjutkan Program Jokowi

Prabowo Subianto mengaku ingin mewujudkan cita-cita Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan hilirisasi di semua bidang agar Indonesia menjadi negara kuat.

"Beliau [Jokowi] sampaikan, berapa kali, kalau kita tidak hilirisasi tidak mungkin rakyat kita makmur. Tidak mungkin Indonesia menjadi negara kuat, beliau katakan berkali kali," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, Indonesia bisa melakukan hilirisasi bukan hanya dari sektor pertambangan, melainkan juga dari pertanian, perikanan, hingga kehutanan.

Dia mengaku satu sudut pandang dengan Jokowi mengenai strategi dalam hal hilirisasi. Menurutnya, untuk mewujudkan hilirisasi di setiap sektor, ia bersama Jokowi satu ideologi sesuai dengan cita-cita Presiden RI pertama Soekarno, yakni berdiri di atas kaki sendiri.

Lebih lanjut, Prabowo juga menjawab soal ejekan mengenai dirinya yang dianggap sering menjual nama Jokowi saat kampanye Pilpres 2024.

"Ada yang ngejek saya juga, 'Prabowo ini bisanya jualan Pak Jokowi saja', saya timnya Pak Jokowi, masa saya mau jualan orang lain? Emang gue goblok?" kata Prabowo dalam Konsolidasi Tim Pemenangan Prabowo-Gibran di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Prabowo mengatakan bahwa Jokowi merupakan sosok yang telah mengalahkan dirinya dua kali dalam kontestasi Pilpres 2014 dan 2019. Meski begitu, Prabowo mengaku patuh dan hormat kepada Jokowi karena telah mendapatkan mandat dari masyarakat.

"Sebagai warga negara yang percaya dengan kedaulatan rakyat, siapa pun yang dapat mandat dari rakyat saya hormati, dan saya patuh," kata dia.

Makan Siang dan Susu Gratis

Program makan siang dan susu gratis yang digencarkan oleh Prabowo-Gibran belakangan menjadi buah bibir publik.

Selain banjir kritikan mengenai efektivitas hingga sumber anggaran, Gibran yang salah menyebut asam folat menjadi asam sulfat menjadi bumerang.

Namun, Gibran tetap pede dengan program itu dan menyebut program itu sudah berlaku di 76 negara lain, bahkan memberikan manfaat kepada 400 juta anak.

"Ini memang banyak yang nyinyir, tetapi program makan siang gratis dan susu gratis sudah ada di 76 negara, dan manfaatnya sudah dirasakan oleh 400 juta anak," kata Gibran dalam acara di Sentu, dikutip dari Antara.

Menurutnya, untuk menyiapkan generasi emas, Pemerintah harus memastikan seluruh anak bangsa dalam kondisi sehat.

"Gratis bapak ibu. Kita harap ke depan tidak ada lagi anak anak yang kelaparan, yang di Jakarta, Sumatra, Kalimantan, semua dapat hak yang sama," ujar Gibran.

Prabowo-Gibran Lolos Putaran Kedua

Lembaga Survei Indonesia (LSI) membuat simulasi pergerakan arah dukungan publik jika Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 digelar sebanyak dua kali putaran. 

Berdasarkan hasil survei Desember 2023, LSI menemukan bahwa elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming merupakan yang tertinggi di antara tiga paslon. Elektabilitasnya mencapai 45,6%.

Kemudian, elektabilitas paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD merupakan terbesar kedua yakni 23,8% dan paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebesar 22,3%. Oleh karena itu, LSI memperkirakan paslon nomor urut 2 diperkirakan masuk ke putaran kedua berdasarkan hasil survei terbaru.

"Kalau mau dua putaran, yang pasti kalau data ini menunjukkan yang masuk dua putaran adalah Prabowo. Tetapi, siapa yang mendampingi Prabowo di putaran kedua saat ini kita tidak tahu apakah Anies atau Ganjar," ujar Direktur Eksekutif LSI Dyajadi Hanan pada konferensi pers daring, Minggu (10/12/2023). 

Dalam survei tersebut, LSI menemukan bahwa elektabilitas Ganjar-Mahfud turun yakni dari perolehan 26,1% pada Oktober 2023. Sementara itu, Anies-Muhaimin menikmati peningkatan elektabilitas dari 19,6% kendati saat ini masih menduduki peringkat ketiga.

Menurut Djayadi, elektabilitas Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin sampai dengan saat ini bersaing cukup ketat. Belum lagi, dia menyebut pemilih masih banyak yang belum memutuskan pilihannya apabila Pilpres digelar dalam dua putaran. 

Adapun dalam simulasi Pilpres 2024 putaran kedua, LSI turut menghitung persentase kemungkinan perpidahan dukungan apabila satu paslon telah tersingkir. Apabila Prabowo-Gibran tersingkir, maka 37,2% basis pemilih akan beralih ke Ganjar-Mahfud, 35,5% ke Anies-Muhaimin, dan 27,3% belum menentukan pilihan.

"Mungkin sekarang semakin banyak pemilih Jokowi yang masuk ke Prabowo-Gibran," terang Djayadi. 

Kemudian, apabila Ganjar-Mahfud tersingkir, maka basis pemilih akan beralih ke Prabowo-Gibran sebesar 50,1%, ke Anies-Muhaimin 25,3%, serta 24,6% belum menentukan pilihan. 

Lalu, apabila Anies-Muhaimin tersingkir, maka 46,2% basis pemilih diperkirakan pindah ke Prabowo-Gibran, 20,4% ke Ganjar-Mahfud, serta 33,4% belum menentukan pilihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper