Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Korea Utara Batalkan Perjanjian Militer dengan Korea Selatan, Siap Kerahkan Senjata Baru

Bakal kerahkan senjata baru di perbatasan, Korea Utara membatalkan perjanjian militer dengan Korea Selatan
Hwasong-15 senjata nuklir milik Korea Utara/bloomberg
Hwasong-15 senjata nuklir milik Korea Utara/bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Korea Utara mengatakan akan mengerahkan angkatan bersenjata yang lebih kuat dan senjata baru di perbatasannya dengan Korea Selatan, sehari setelah Seoul menangguhkan sebagian perjanjian militer tahun 2018.

Batalnya perjanjian antara kedua Korea sebagai protes atas peluncuran rudal Pyongyang. dari satelit mata-mata.

Dilansir dari Reuters, Kementerian Pertahanan Korea Utara mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita KCNA bahwa pihaknya akan memulihkan semua tindakan militer yang telah dihentikan berdasarkan perjanjian dengan Korea Selatan, yang dirancang untuk mengurangi ketegangan di sepanjang perbatasan kedua negara.

“Mulai sekarang, tentara kami tidak akan pernah terikat oleh Perjanjian Militer Utara-Selatan 19 September,” kata pernyataan itu.

Mereka juga menegaskan akan menarik langkah-langkah militer yang diambil untuk mencegah ketegangan dan konflik militer di semua bidang termasuk darat, laut dan udara, dan mengerahkan angkatan bersenjata yang lebih kuat dan perangkat keras militer tipe baru di wilayah sepanjang Garis Demarkasi Militer.

Peluncuran satelit pada hari Selasa adalah upaya ketiga Korea Utara tahun ini, setelah dua kegagalan dan merupakan tindak lanjut dari perjalanan langka pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ke Rusia, di mana Presiden Vladimir Putin berjanji membantu Pyongyang membangun satelit.

Para pejabat Korea Selatan mengatakan peluncuran terbaru kemungkinan besar melibatkan bantuan teknis Rusia di bawah kemitraan yang berkembang dimana Pyongyang memasok jutaan peluru artileri ke Rusia.

Rusia dan Korea Utara menolak kesepakatan senjata namun menjanjikan kerja sama yang lebih mendalam, termasuk dalam bidang satelit.

Korea Selatan pada hari Rabu menangguhkan sebagian dari perjanjian antar-Korea sebagai tanggapan atas peluncuran Pyongyang dan mengatakan akan segera meningkatkan pengawasan di sepanjang perbatasan dengan Korea Utara yang dijaga ketat.

Korea Utara menuduh Korea Selatan membatalkan perjanjian tersebut, yang dikenal sebagai Perjanjian Militer Komprehensif (CMA), dan mengatakan Seoul akan “bertanggung jawab sepenuhnya jika terjadi bentrokan yang tidak dapat diperbaiki lagi” antara kedua Korea.

Pernyataan Korea Utara muncul beberapa jam setelah negara itu menembakkan rudal balistik ke laut lepas pantai timurnya pada Rabu malam. Militer Korea Selatan mengatakan peluncuran tersebut tampaknya gagal.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan keputusan Korea Selatan menangguhkan sebagian dari CMA adalah sebuah “tanggapan yang bijaksana dan terkendali,” dengan alasan “kegagalan Korea Utara untuk mematuhi perjanjian tersebut.”

“Penangguhan ROK akan memulihkan kegiatan pengawasan dan pengintaian di sepanjang Garis Demarkasi Militer sisi ROK, meningkatkan kemampuan ROK untuk memantau ancaman DPRK,” kata pejabat itu, mengacu pada Korea Selatan dan Korea Utara dengan inisial nama resmi mereka.

Korea Selatan melanjutkan penggunaan pesawat pengintai berawak dan tidak berawak di daerah perbatasan pada hari Rabu, kantor berita Yonhap melaporkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper