Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada WNI Ikut Campur di Pemilu Rusia, Uni Eropa Persiapkan Sanksi Pembatasan Visa

Ada nama WNI yang ternyata ikut campur dalam pemilu Rusia di wilayah Ukraina.
Paspor/imigrasi.go.id
Paspor/imigrasi.go.id

Bisnis.com, SOLO - Ada nama WNI yang ternyata ikut campur dalam pemilu Rusia di wilayah Ukraina. Padahal, pemilu ini dianggap ilegal oleh AS dan UE.

Nama WNI yang turut terlibat dalam pemilu Rusia tersebut adalah Fauzan Al Rasyid untuk wilayah Donetks Oblast. Fauzan Al Rasyid bertindak sebagai pengamat internasional bersama dengan 33 orang non-Rusia lainnya.

Dengan munculnya beberapa nama ini, Barat menganggap mereka telah melakukan pelanggaran karena datang ke wilayah Ukraina dengan tanpa izin.

European Platform for Democratic Elections kemudian meminta UE untuk mempertimbangkan penerapan sanksi dan pembatasan VISA terhadap warga negara non-UE yang terlibat dalam kegiatan ilegal di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.

Seperti diketahui, Rusia telah melakukan pemilu di beberapa wilayah Ukraina yang mereka duduki. Wilayah yang dimaksud termasuk Republik Otonomi Krimea dan Sevastopol, sebagian Oblast Donetsk dan Luhansk, serta sebagian dari Oblast Kherson dan Zaporizhzhia.

Pemilu yang dilakukan Rusia di beberapa wilayah yang dicaploknya ini mendapat kecaman keras dari Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Uni Eropa (UE) mengecam keras penyelenggaraan pemilu Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki sementara karena dianggap tidak sah dan menolak keras upaya sia-sia yang dilakukan Rusia untuk melegitimasi atau menormalisasi kendali militer ilegalnya dan upaya aneksasi sebagian wilayah Ukraina.

UE juga menyatakan bahwa mereka tidak dan tidak akan mengakui penyelenggaraan apa yang disebut 'pemilu' tersebut serta hasil-hasilnya.

Sementara Amerika Serikat menyebut bahwa pemilihan palsu di wilayah pendudukan Ukraina tidak lebih dari sebuah latihan propaganda, dan menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah mengakui klaim Federasi Rusia atas wilayah kedaulatan Ukraina mana pun.

Itulah mengapa beberapa pihak menyarankan agar UE mempertimbangkan sanksi kepada para pengamat internasioanl di pemilu ilegal Rusia ini.

Belum diketahui apakah pembatasan VISA ini akan berdampak pada WNI lain yang ingin terbang ke wilayah Eropa lainnya, atau tidak.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper