Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HUT Ke-78 RI: Jakarta Dijajah Polusi Udara, Terburuk No. 2 di Dunia

Jakarta ternyata masih dijajah oleh polusi seiring dengan kualitas udara yang buruk saat HUT ke-78 RI.
Kualitas udara di Jakarta pada Rabu (12/7/2023) pagi nomor dua terburuk di dunia berdasarkan data IQAir pada pukul 08.32 WIB. JIBI/Bisnis-Nancy Junita
Kualitas udara di Jakarta pada Rabu (12/7/2023) pagi nomor dua terburuk di dunia berdasarkan data IQAir pada pukul 08.32 WIB. JIBI/Bisnis-Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Jakarta ternyata masih 'dijajah' oleh polusi. Kualitas udara di Jakarta saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 RI justru menjadi yang terburuk nomor 2 di dunia.

Berdasarkan laman IQ Air, Kamis (17/8/2023), tingkat polusi udara di Jakarta dari pantauan pukul 08.00 WIB dipastikan tidak sehat dengan indeks kualitas udara 155 AQI US dan ukuran polutan utama PM2,5.

Adapun, tingkat konsentrasi PM2,5 di Jakarta saat ini adalah 12,8 kali nilai panduan kualitas udara tahunan World Health Organization (WHO). Tercatat, dalam tiga hari terakhir, indeks kualitas udara di Jakarta selalu di atas angka 150 AQI US.

Suhu udara di Jakarta pagi ini dilaporkan 27 Celsius dengan cuaca berkabut dan kelembapan udara 65 persen. Kecepatan angin mencapai 9,3 km per jam dengan tekanan 1.014 mbar.

Apabila diuraikan lagi, kualitas udara Jakarta di sejumlah titik pemantauan makin mengkhawatirkan. Kawasan Jeruk Purut, Kebon Jeruk, dan Kemang dilaporkan menjadi yang tertinggi dengan indeks masing-masing 171 AQI US, 168 AQI US, dan 166 AQI US.

Masyarakat diimbau untuk mengenakan masker saat di luar ruangan. Apabila berada di dalam rumah bisa menutup jendela untuk mencegah udara kotor luar masuk, serta menyalakan penyaring udara. Selain itu, menghindari aktivitas luar ruangan.

Sementara itu, untuk skala global, kualitas polusi udara di Jakarta hanya kalah dari Kuwait yang mencapai 158 AQI US dan di atas Dubai dengan indeks 153 AQI US. Negara tetangga, Malaysia berada di posisi kelima dengan indeks 142 AQI US.

Polusi udara yang parah masih terus menjadi momok, terutama di Jakarta. Tak hanya bisa membahayakan pernapasan, tapi juga bisa menimbulkan penyakit lainnya.

Mengutip Medical News Today, polusi udara adalah salah satu faktor risiko terbesar yang menimbulkan berbagai penyakit di samping tekanan darah tinggi, merokok, dan kadar glukosa darah yang tinggi.

Polusi udara juga merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang berkontribusi terhadap sekitar 1 dari 3 kematian secara global.

Polusi udara berbentuk partikel (particulate matter/PM) yang dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan diameternya. Partikel kasar berukuran kurang dari 10pm tapi lebih dari 2,5 pm, partikel halus berukuran kurang dari 2,5pm, dan partikel ultra-halus kurang dari 0,1 pm.

Penelitian menunjukkan partikel halus adalah faktor risiko lingkungan yang paling berpengaruh terhadap kematian dan kecacatan dari penyakit kardiovaskular.

Wei Chung-Su, asisten profesor dan peneliti ilmu lingkungan di UTHealth Houston, menjelaskan setelah terhirup ke dalam sistem pernapasan manusia, partikel kasar umumnya berhenti di saluran udara bagian atas. Namun, partikel halus dan sangat halus dapat mencapai dan mengendap di area yang lebih dalam di paru-paru.

Dia juga menjelaskan bahwa ketika materi partikulat mengendap di daerah paru-paru, zat berbahaya dari partikel tersebut dapat menyebar ke dalam sistem peredaran darah. Hal ini kemudian dapat menyebabkan stres oksidatif dan pembengkakan, yang pada akhirnya menyebabkan efek kardiovaskular yang berbahaya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper