Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Macron Tolak Keras NATO Buka Kantor di Jepang, Ada Apa?

Presiden Prancis Emmanuel Macron menentang keras rencana NATO untuk membuka kantor penghubung di Jepang.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpose saat mereka menghadiri acara dengan para pemimpin G7 untuk mengumumkan deklarasi dukungan bersama untuk Ukraina, saat KTT NATO
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Dewan Eropa Charles Michel, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berpose saat mereka menghadiri acara dengan para pemimpin G7 untuk mengumumkan deklarasi dukungan bersama untuk Ukraina, saat KTT NATO

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (12/7/2023) menentang keras rencana NATO untuk membuka kantor penghubung di Jepang.

Penolakan ini mengungkap keretakan dalam aliansi militer Barat. Dipelopori oleh Amerika Serikat (AS), aliansi tersebut berupaya meningkatkan kerja sama militer dengan mitra Asia-Pasifiknya.

Untuk tahun kedua berturut-turut, para pemimpin Australia, Jepang, Selandia Baru, dan Korea Selatan menghadiri KTT NATO.

Dilansir dari CGTN, NATO telah merencanakan untuk membuka kantor penghubung di Tokyo, tetapi Prancis menolak keras langkah tersebut karena NATO harus fokus pada tanggung jawabnya untuk melindungi kawasan Euro-Atlantik.

"Apa pun yang dikatakan orang, geografi (wilayah Asia-Pasifik) itu keras kepala," kata Macron setelah KTT NATO di Ibu Kota Lituania, Vilnius.

Lebih lanjut, dikatakan Indo-Pasifik bukanlah Atlantik Utara. Jadi, tidak boleh memberikan kesan bahwa NATO membangun legitimasi dan kehadiran yang mapan secara geografis di wilayah lain.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg bersikeras setelah bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bahwa pembukaan kantor penghubung tetap "di atas meja" atau dalam rencana.

China telah memperingatkan langkah ke depan kehadiran NATO di kawasan Asia-Pasifik dan menyebutnya sebagai langkah yang dapat mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper