Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mahfud ke Kelompok Mayoritas: Jangan Sewenang-wenang, di Negara Lain Kita Minoritas

Mahfud berpesan kepada kelompok mayoritas agar tak sewenang-wenang terhadap minoritas karena Indonesia berdiri dengan perbedaan yang justru menyatukan
Mahfud ke Kelompok Mayoritas: Jangan Sewenang-wenang, di Negara Lain Kita Minoritas / YouTube ICMI TV
Mahfud ke Kelompok Mayoritas: Jangan Sewenang-wenang, di Negara Lain Kita Minoritas / YouTube ICMI TV

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berpesan kepada umat Islam untuk senantiasa saling menghormati antarumat beragama. Alasannya adalah Islam merupakan agama inklusif dan kosmopolit dalam hidup bernegara. 

"Tidak satupun negara di dunia ini yang monolitik. Mungkin Saudara bisa bangga, saya di Indonesia. Di Indonesia saya mayoritas, di Amerika enggak, di Perancis enggak,” katanya dalam acara Halalbihalal Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan Silatudahmi Tokoh Bangsa, dikutip dari YouTube ICMI TV, Jumat (12/5/2023).

Oleh karenanya, Mahfud meminta umat Islam di Indonesia tidak berlaku sewenang-wenang terhadap minoritas.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan bahwa Indonesia pada dasarnya dibangun sebagai negara kebangsaan yang berketuhanan (religious nation state) sehingga usai Idulfitri, hendaknya seluruh rakyat mengembalikan Tanah Air pada asal muasalnya yang fitri atau suci.

Menurutnya, alasan para pendiri bangsa memilih konsep religious nation state bukan Islamic nation state karena rakyat Indonesia beragam kepercayaannya sehingga menyebut Tuhannya dengan nama dan penghayatan yang berbeda.

"Tuhan kita berbeda-beda antarpemeluk agama dan di situ kita dipersatukan oleh perbedaan," ujarnya.

Dengan demikian, sudah seharusnya toleransi menjadi ciri khas rakyat Indonesia dan menganggap perbedaan adalah ciptaan Tuhan.

"Ini menjadi dasar dari NKRI yang religious nation state berdasarkan Pancasila. Kita paham perbedaan dan terima perbedaan karena Allah yang menciptakan karena Allah berkuasa. Kalau Allah mau menyatukan [agama] bisa, karena dia berkuasa. Tapi kenapa berbeda? Karena Allah sendiri yang menciptakan perbedaan," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper