Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perayaan Idulfitri Berbeda, Ketua Umum Muhammadiyah Puji Menag Yaqut

Muhammadiyah mengapresiasi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dinilai mampu mengayomi umat Islam yang berbeda dalam menentukan 1 Syawal.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir (dari kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka Rapat Kerja Nasional Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan dan Silaturrahim Kerja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah di Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/11)./JIBI-Rachman
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir (dari kiri), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka Rapat Kerja Nasional Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan dan Silaturrahim Kerja Nasional Jaringan Saudagar Muhammadiyah di Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/11)./JIBI-Rachman

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengapresiasi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dinilai mampu mengayomi umat Islam yang berbeda dalam menentukan 1 Syawal 1444 H/2023 M.

"Saya pikir ini kemajuan menteri agama. Kita beri apresiasi tinggi dimana menunjukkan toleransi yang baik. Itulah yang semestinya dilakukan oleh pemerintah," ujar Haedar seusai melepas kontingen Gema Takbir Jogja 2023 di Halaman Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Kamis (20/4/2023) malam.

Dia juga mengapresiasi pemerintah yang telah memberi peluang bagi komponen umat Islam yang berbeda dalam merayakan Lebaran untuk ikut menggunakan fasilitas publik.

"Pemerintah kita apresiasi karena mengayomi dan memberi peluang bagi yang berbeda untuk menggunakan fasilitas publik, sekaligus juga melakukan syiar," kata dia.

Haedar memastikan seluruh warga Muhammadiyah di Indonesia saat ini telah menentukan lokasi untuk pelaksanaan Salat Idulfitri pada Jumat (21/4/2023).

"Jadi insya Allah tempat dan lokasi sudah kita publikasi," ucap Haedar.

Menurut dia, kesediaan pemerintah memberikan izin penggunaan fasilitas umum bukan sekadar untuk kepentingan warga Muhammadiyah, melainkan untuk umat Islam secara keseluruhan.

"Tidak ada yang rugi kalau pemerintah mempersilakan (faslitas umum) dipakai 21 April dan lapangan yang sama dipakai 22 April, kan malah nilai positifnya dalam berbangsa bagus dan berkah Allah akan terbuka," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran tentang penyelenggaraan Hari Raya Idulfitri 1444 H, yang salah satu poinnya berisi pesan untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dalam menyikapi potensi perbedaan awal Syawal.

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal 1444 Hijriah atau Idul Fitri 2023 Masehi jatuh pada Sabtu (22/4/2023), setelah diputuskan dalam sidang isbat yang digelar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (20/4/2023).

Sementara, Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri pada Jumat (21/4/2023) yang didasarkan pada kriteria wujudul hilal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Newswire
Editor : Nancy Junita
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper