Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sanksi Tidak Mempan, Perang Rusia Vs Ukraina Hanya Bisa Diakhiri dengan Cara Ini

Menteri Luar Negeri Hongaria mengatakan bahwa solusi mengatasi perang Rusia vs Ukraina hanya dengan gencatan senjata.
Beberapa kendaraan terbakar setelah Rusia meluncurkan rudal ke Ibu Kota Kyiv, Ukraina pada Senin (10/10/2022). Serangan ini meningkatkan esklasi perang Rusia vs Ukraina/The Moscow Times
Beberapa kendaraan terbakar setelah Rusia meluncurkan rudal ke Ibu Kota Kyiv, Ukraina pada Senin (10/10/2022). Serangan ini meningkatkan esklasi perang Rusia vs Ukraina/The Moscow Times

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Hongaria Peter Szijjarto mengatakan bahwa solusi yang sudah dicoba untuk menyelesaikan perang Rusia vs Ukraina tidak berhasil, dan konflik hanya dapat diakhiri melalui gencatan senjata. 

Dia mengatakan dalam sebuah wawancara untuk saluran TV SVT, dan menurutnya sanksi dari Uni Eropa selama ini telah gagal menghentikan konflik. 

"Tujuan pertama adalah menghentikan pembunuhan orang, yang berarti kesepakatan gencatan senjata dan tidak lebih," katanya, seperti dilansir dari TASS, Senin (6/3/2023). 

Szijjarto menyatakan telah memberikan 10 sanksi ke Rusia, tetapi tidak juga menyelesaikan konflik di Ukraina, justru merugikan. 

"Kami telah memperkenalkan 10 paket sanksi; apakah itu membawa kami lebih dekat ke penyelesaian (konflik)? Tidak. Apakah itu membuat Rusia bertekuk lutut? Tidak. Apakah itu merugikan kami? Ya," lanjutnya. 

Menurutnya, solusi yang Eropa coba temukan selama ini untuk perang di Ukraina tidak berhasil, karena terlalu terbawa dengan mentalitas perang. 

"Saya pikir solusi itu yang telah kami coba temukan di Eropa tidak berhasil, karena kami terlalu terbawa dengan mentalitas perang," tambahnya. 

Adapun Hongaria hingga saat ini tidak berupaya untuk mengirimkan senjata ke Ukraina sebagai bantuan perang. Saat ditanyai alasannya, dia mengatakan tidak mengirim senjata karena tidak ingin melihat lebih banyak korban. 

"Kami adalah negara yang bertetangga dengan Ukraina, dan kami tidak ingin lebih banyak orang mati. Inilah mengapa kami bekerja untuk menghentikannya. Kami tidak mengirimkan senjata, kami terus menganjurkan perdamaian," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Erta Darwati
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper