Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Megawati Sebut Dirinya Unik karena Sederet Alasan Berikut

Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri mengaku kerap menyebut dirinya sebagai manusia unik di Indonesia. 
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menolak pembangunan Bandar Udara di Bali Utara dengan alasan hanya menguntungkan para investor, namun melupakan warga lokal. Megawati menyampaikan hal itu saat menghadiri pencanangan Renovasi dan Revitalisasi Grand Inna Bali Beach, Senin (16/1/2023)./Dok. PDIP
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menolak pembangunan Bandar Udara di Bali Utara dengan alasan hanya menguntungkan para investor, namun melupakan warga lokal. Megawati menyampaikan hal itu saat menghadiri pencanangan Renovasi dan Revitalisasi Grand Inna Bali Beach, Senin (16/1/2023)./Dok. PDIP

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri mengaku kerap menyebut dirinya sebagai manusia unik di Indonesia. 

Bukan tak beralasan. Hal ini dirasakan oleh Megawati lantaran dirinya merupakan salah seorang anak dari Presiden Pertama Indonesia Soekarno

"Saya sering mengatakan pada diri saya, saya ini manusia unik di Indonesia. Saya ini anak Presiden Soekarno, presiden pertama RI," katanya dalam seminar nasional Pancasila "Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta Mengantisipasi Bencana' pada Kamis (16/2/2023). 

Keunikan itu seakan bertambah ketika wanita berusia 76 tahun itu memerinci jabatan di pemerintahan yang pernah diembannya.

"Alhamdulillah, saya pernah anggota DPR tiga kali, wapres, lalu presiden. Saya mau 30 tahun menjadi ketua umum [PDIP]," tutur Megawati. 

Kini, dia pun masih menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) serta Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). 

Di sisi lain, Megawati juga menyebut dirinya telah menerima gelar Honoris Causa dari 9 universitas dalam dan luar negeri.  

Gelar itu akan segera bertambah karena dirinya tengah menunggu satu gelar baru dari salah satu universitas di Arab Saudi. 

"Yang saya suka ini, nanti ada yang dapat dari satu universitas di Saudi. Universitas dengan mahasiswa 60.000 [orang]. Itu yang saya tunggu," terangnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper