Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mahathir Mohamad Keluar dari Partai Pejuang yang Didirikannya

Mahathir Mohamad keluar dari Partai Perjuang Tanah Air (Pejuang) yang didirikannya pada 12 Agustus 2020.
Mahathir Mohamad,97 tahun, calong anggota legislatif (caleg) tertua pada pemilu ke-15 Malaysia. Dia caleg dari koalisi Gerakan Tanah Air (GTA), dan kalah telak dalam pemilu kali ini. JIBI/Bisnis-Nancy @chedetofficial
Mahathir Mohamad,97 tahun, calong anggota legislatif (caleg) tertua pada pemilu ke-15 Malaysia. Dia caleg dari koalisi Gerakan Tanah Air (GTA), dan kalah telak dalam pemilu kali ini. JIBI/Bisnis-Nancy @chedetofficial

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad keluar dari Partai Perjuang Tanah Air (Pejuang) yang didirikannya pada 12 Agustus 2020.

Sekretaris Jenderal Pejuang Amiruddin Hamzah mengatakan, Mahathir bersama dengan 12 anggota lainnya keluar dari Pejuang usai partai tersebut memutuskan hubungan dengan koalisi Gerakan Tanah Air (GTA).

Adapun, koalisi ini diisi oleh empat partai politik, yakni Partai Aliansi Muslim India Nasional (Iman), Partai Bumiputera Perkasa Malaysia (Putra), Parti Barisan Jemaah Islamiah se-Malaysia (Berjasa), serta Pejuang.

"Keputusan Pejuang untuk memutuskan hubungan dengan Koalisi GTA secara langsung mendiskualifikasi kami untuk tetap menjadi anggota karena kami berniat melanjutkan perjuangan di platform GTA," katanya dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (11/2/2023).

Dalam sebuah surat pemberitahuan, Mahathir dan 12 anggota lainnya memilih untuk melanjutkan perjuangan mereka melalui GTA. Tujuan perjuangan koalisi itu menjadi alasan lain bagi ke-13 anggota keluar dari Partai Pejuang.

"Bagi kami, tujuan perjuangan GTA adalah untuk menyatukan partai-partai Melayu, lembaga swadaya masyarakat dan individu-individu yang berprinsip dan berpegang teguh pada perjuangan membela agama, bangsa dan negara," tulis surat yang diunggah oleh mantan Wakil Presiden Pejuang Marzuki Yahya melalui Facebook, Jumat (10/2/2023).

Sebelumnya, Mahathir telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Partai Pejuang pada Sabtu (17/12/2022) setelah  kalah telak dalam pemilihan umum (pemilu) Malaysia beberapa waktu lalu.

Partai Pejuang bahkan disebut sebagai partai dengan performa terburuk dalam pemilu yang diselenggarakan pada November 2022.

Sebanyak 67 kandidat yang diusung oleh Partai Pejuang kalah dalam pemilu tersebut, tak terkecuali Mahathir dan Presiden Partai Pejuang yang juga merupakan anak Mahathir, Mukhriz Mahathir.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper