Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kalah di Pemilu Malaysia, Mahathir Isyaratkan Pensiun dari Politik

Mahathir Mohamad mengisyaratkan dirinya mungkin akan pensiun dari dunia politik, dan fokus menulis sejarah Malaysia.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 23 November 2022  |  13:39 WIB
Kalah di Pemilu Malaysia, Mahathir Isyaratkan Pensiun dari Politik
Mahathir Mohamad,97 tahun, calong anggota legislatif (caleg) tertua pada pemilu ke-15 Malaysia. Dia caleg dari koalisi Gerakan Tanah Air (GTA), dan kalah telak dalam pemilu kali ini. JIBI - Bisnis/Nancy @chedetofficial
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad mengisyaratkan akan pensiun dari dunia politik.

Mahathir Mohamad kalah dalam pemilihan umum (Pemilu) ke-15 Malaysia. Dia harus puas di posisi keempat dengan dukungan sebanyak 4.566 suara.

"Pejuang tanah air yang mengganti Gerakan Tanah Air (GTA) kalah dalam PRU 15," kata Mahathir, dilansir dari cuitannya di Twitter @chedetofficial, pada Rabu (23/11/2022).

Adapun Mahathir mengaku sedih dengan kekalahannya, tetapi ia menegaskan bahwa dirinya menerima pilihan rakyat.

"Saya sebagai pengerusi Pejuang sedih. Tetapi saya terima pilihan rakyat. Saya harap pihak yang menang akan mendiri(kan) Kerajaan Malaysia," lanjutnya.

Berdasarkan pernyataannya, selanjutnya Mahathir akan fokus pada kegiatan lain, seperti menulis tentang sejarah dan perkembangan Malaysia.

"Saya sendiri akan tumpu kepada penulisan berkenaan dengan sejarah dan aktiviti [aktivitas] dalam negara," tulis Mahathir.

Mahathir yang memimpin koalisi Gerakan Tanah Air (GTA) di Pemilu ke-15 (GE15) Malaysia, telah kehilangan 125 kursi yang diperebutkan.

"Oleh kerana Pejuang kalah semua 125 kawasan yang dipertandingkan, Pejuang tidak pun dapat menjadi pembangkang dalam dewan," kata Mahathir.

Pendiri partai politik Pejuang itu juga mengatakan, kekalahan itu berarti semua rencana partai untuk negara harus ditinggalkan. 

"Segala perancangan Pejuang untuk negara terpaksalah digugur," katanya, dilansir dari Twiiter Mahathir @chedetofficial.

Mahathir juga berdoa untuk siapapun yang memimpin Malaysia kedepannya akan mampu selesaikan masalah negara.

“Pejuang berdoa semoga siapapun yang memerintah Malaysia mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi negara," lanjut Mahathir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mahathir Mohamad malaysia
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top