Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rekam Jejak Politik Perdana Menteri Malaysia Ke-10 Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim resmi ditunjuk oleh Raja Malaysia menjadi perdana menteri yang ke-10 menggantikan Ismail Sabri Yakoob.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 25 November 2022  |  07:51 WIB
Rekam Jejak Politik Perdana Menteri Malaysia Ke-10 Anwar Ibrahim
Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia, menyapa para pendukungnya saat konferensi pers di Cheras, Selangor, Malaysia, Kamis (24/11/2022). - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Anwar Ibrahim resmi ditunjuk Raja Malaysia untuk menjadi Perdana Menteri (PM) Malaysia yang ke-10 menggantikan Ismail Sabri Yakoob.

Dikutip Bernama, Jumat (25/11/2022), Ketua Pakatan Harapan (PH) ini menjabat sebagai PM Malaysia setelah Pemilu Malaysia yang digelar Sabtu (19/11/2022) gagal memilih perdana menteri karena tidak ada partai memperoleh suara mayoritas.

Sebelumnya, koalisi Anwar Ibrahim, yaitu PH memenangkan kursi terbanyak dalam pemungutan suara dengan capaian 82 suara, sedangkan blok Perikatan Nasional (PN) Muhyiddin memenangkan 73 suara. Meski begitu, koalisi Anwar membutuhkan 112 suara untuk membentuk pemerintahan.

Alhasil, Raja Al-Sultan Abdullah akhirnya menunjuknya untuk dilantik pada Kamis (24/11/2022) pukul 17.00.

Untuk diketahui, pemilik nama lengkap Anwar bin Ibrahim lahir pada 10 Agustus 1947 di Cherok Tok Kun, Penang, Malaysia. Dia bersekolah di Sek Melayu Sungai Bakap, Sek Melayu Cherok Tok Kun dan Sek Ren Stowell, Bukit Mertajam.

Anwar terpilih untuk melanjutkan ke Maktab Melayu Kuala Kangsar (MCKK) di Tingkatan Satu pada 1960 dan melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Malaya Kuala Lumpur pada 1967. Momentum tersebut menjadi langkah awal karir politik Anwar, sebab dia dikenal sebagai pemimpin mahasiswa Islam di sana.

Pada 1971, Anwar mendirikan Gerakan Pemuda Muslim Malaysia, dan menjabat sebagai presiden hingga 1982. Sayangnya, Anwar banyak terlibat dalam mengorganisir demonstrasi massa, bahkan pernah dipenjara di bawah Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri yang sekarang sudah tidak ada.

Pada 1981, dia menarik perhatian Dr Mahathir Mohamad, kandidat perdana menteri pada 1981 dan menjabat hingga pensiun pada 2003. Saat itu, Anwar membuktikan sebagai politisi yang bersih sehingga dengan cepat naik ke Organisasi Nasional Melayu Bersatu yang saat itu merupakan sebuah partai besar.

Karier politiknya berjalan baik dengan mengepalai berbagai kementerian sampai akhirnya memimpin kementerian keuangan utama pada 1991. Dua tahun kemudian, dia ditunjuk sebagai wakil perdana menteri hingga 1998.

Dikutip melalui Britannica, untuk menduduki kursi sebagai PM Malaysia perjalanan Anwar Ibrahim melalui proses yang panjang dan berliku, dia memulai perjalanan politiknya sejak tiga dekade lalu sebagai anak didik pemimpin veteran Mahathir Mohammad.

Adapun, dalam perjalanan politiknyanya karir Anwar sempat terjegal menjadi tahanan yang dihukum karena kasus sodomi. Setelah perselisihan tersebut, Anwar dipecat secara tidak hormat dan kemudian didakwa melakukan korupsi dan sodomi. Saat itu dirinya divonis 15 tahun penjara.

Pernah Dipenjara

Hukuman penjara untuk Anwar Ibrahim dikritik oleh warga Malaysia dan seluruh dunia, sehingga kemudian memunculkan protes besar-besaran di Malaysia. Pada 2 September 2004, Anwar dibebaskan oleh Perdana Menteri Abdullah Badawi.

Pada 2008 dia kembali tersangkut kasus sodomi. Setelah persidangan memakan waktu hampir dua tahun, Anwar dinyatakan tidak bersalah pada Januari 2012. Namun pada 2014, pengadilan Malaysia kembali mendakwa Anwar dalam kasus sodomi. Dan pada 2015 dijatuhi hukuman lima tahun penjara.

Sejak saat itu, Anwar hilang dalam kancah perpolitikan Malaysia. Sampai akhirnya pada 2018, Mahathir muncul meminta bantuan kepada Anwar untuk mendukungnya untuk maju dalam pemilu 2018.

Pada saat itu, Mahathir menjanjikan jika dia menang dalam pemilu, maka dirinya akan mengajukan petisi pengampunan kepada Sultan Muhammad V untuk mengampuni Anwar. Dan pada 11 Mei 2018, Mahathir mengumumkan bahwa raja telah menyetujui permintaan itu. Anwar dibebaskan selang lima hari kemudian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anwar ibrahim pm malaysia Mahathir Mohamad Pemilu Malaysia 2022
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top