Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isu Sodomi Kembali 'Digoreng', Wanita Keadilan Bela Anwar Ibrahim

Dia menyerukan agar tidak ada lagi yang menyebarkan info ke rakyat soal fitnah sodomi yang berimplikasi negatif, bukan hanya kepada individu tetapi masyarakat secara keseluruhan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Oktober 2020  |  00:03 WIB
Anwar Ibrahim (kanan) didampingi CEO Executive Center for Global Leadership (ECGL) Tanri Abeng saat memberi paparan di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Anwar Ibrahim (kanan) didampingi CEO Executive Center for Global Leadership (ECGL) Tanri Abeng saat memberi paparan di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, KUALA LUMPUR - Isu sodomi yang menjerat Anwar Ibrahim beberapa masa lalu kembali muncul ke permukaan.

Hal itu membuat Ketua Biro Hukum dan Komunitas Wanita Keadilan Fadhlina Siddiq memberikan tanggapan tegas.

Fadhlina meminta agar fitnah sodomi terhadap Presiden PKR Dato’ Sri Anwar Ibrahim dihentikan.

"Dato' Sri Anwar Ibrahim telah dipanggi ke Bukit Aman (PDRM) untuk membantu penyidikan semalam. Apa yang menimbulkan persoalan adalah, mengapa isu sodomi juga dilibatkan sekaligus dalam satu penyidikan,” kata Fadhlina di Kuala Lumpur, Sabtu (17/10/2020).

Sebagai warga negara, ujar Fadhlina, semua pihak menjunjung tinggi keluhuran peraturan negara dan kedaulatan undang-undang.

Menurut dia adalah wajar jika rakyat mempertanyakan maksud di balik upaya mengangkat fitnah sodomi kepada Anwar Ibrahim pada saat ini.

“Saya yakin dan percaya pihak polisi dan jaksa berusaha segala daya melaksanakan tugas mengikuti legislatif, eksekutif dan kehakiman,” kata Fadhlina.

Malaysia kini masih bertarung dengan musuh yang tak terlihat seperti Covid-19 dan sedang berjibaku untuk keluar dari bayang-bayang resesi ekonomi.

"Yang di-Pertuan Agong [raja] telah memberi mandat agar perkara ini diselesaikan dalam kalangan ketua partai,” kata Fadhlina.

Dia menyerukan agar tidak ada lagi yang menyebarkan info ke rakyat soal fitnah sodomi yang berimplikasi negatif, bukan hanya kepada individu tetapi masyarakat secara keseluruhan.

"Harus berapa banyak kebejatan sosial dan istilah jijik yang dipamerkan hanya karena ingin terus kekal di tampuk kuasa?,” kata Fadhlina.

“Berhujahlah dengan matang dalam ruang demokrasi yang ada. Fokus untuk merawat kesejahteraan hidup dan ekonomi rakyat. Bukan meraih perhatian melalui fitnah sodomi akibat kegagalan memimpin negara,” kata Fadhlina.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia anwar ibrahim sodomi

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top