Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wapres Taiwan Klaim Negaranya Sudah Merdeka dan Berdaulat

Wakil Presiden Taiwan, Lai Ching-te mengatakan Taiwan sudah merdeka dan berdaulat, tidak perlu mendeklarasikan kemerdekaan.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 19 Januari 2023  |  16:39 WIB
Wapres Taiwan Klaim Negaranya Sudah Merdeka dan Berdaulat
Bendera Taiwan terlihat saat latihan Angkatan Laut menjelang Tahun Baru Imlek di Kaohsiung, Taiwan, 27 Januari 2021. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemimpin baru Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa di Taiwan, Wakil Presiden Lai Ching-te mengatakan bahwa Taiwan sudah merdeka, tidak perlu mendeklarasikan kemerdekaan. 

Stasiun radio ICRT melaporkan pada Kamis (19/1/2023) dan mengonfirmasi pernyataan politisi tersebut.

"Taiwan sudah menjadi negara yang merdeka dan berdaulat, jadi tidak perlu mendeklarasikan kemerdekaan lebih lanjut," katanya, seperti dilansir dari TASS, Kamis (19/1/2023).

Dia menjelaskan bahwa hanya sebanyak 23 juta penduduk pulau itu yang dapat menentukan masa depan Taiwan. Lai Ching-te juga berjanji akan mempertahankan status quo di Selat Taiwan dan menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Dia menjabat sebagai ketua DPP dalam rapat komite tetapnya. Masa jabatannya akan berlangsung hingga 20 Mei 2024 ketika Taiwan akan melantik presiden berikutnya.

Sementara itu, hanya ada 14 negara yang mengakui kedaulatan Taiwan, termasuk beberapa negara Afrika, Amerika Latin, dan Oseania yang menerima bantuan keuangan dan ekonomi dari Taipei, serta Vatikan.

Taiwan telah diperintah oleh pemerintahan lokal sejak tahun 1949 ketika pasukan Kuomintang yang tersisa dipimpin oleh Chiang Kai-shek (1887-1975) melarikan diri ke pulau itu setelah menderita kekalahan dalam perang saudara di China. 

Sejak saat itu, Taiwan melestarikan bendera dan beberapa simbol Republik China lainnya yang telah ada di daratan China sebelum Komunis berkuasa. 

Beijing menganggap pulau itu sebagai salah satu provinsinya dan posisi ini didukung oleh sebagian besar negara, termasuk Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan china vatikan
Editor : Nancy Junita

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top