Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Perang Rusia Vs Ukraina, Kacau! Rusia Eksekusi 414 Warga Ukraina

Rusia telah menembakkan lebih dari 1.000 roket dan rudal ke jaringan listrik Ukraina.
Ileny Rizky
Ileny Rizky - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  14:48 WIB
Perang Rusia Vs Ukraina, Kacau! Rusia Eksekusi 414 Warga Ukraina
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Perang Rusia vs Ukraina telah memasuki hari ke-288. Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCR) mengeluarkan laporan terbarunya terkait jumlah warga sipil Ukraina yang tewas selama perang.

Dilansir dari OHCR pada Kamis (8/12/2022), pasukan Rusia dilaporkan telah mengeksekusi sedikitnya 441 warga sipil Ukraina pada awal invasi.

PBB mencatat kematian akibat kekerasan dari 441 warga sipil (341 pria, 72 wanita, 20 anak laki-laki dan 8 anak perempuan) di tiga wilayah (Kyiv, Chernihiv dan Sumy) dalam 6 minggu awal invasi Rusia.

Kepala Misi Pemantauan Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina, Matilda Bogner mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Rusia itu merupakan sebuah kejahatan perang.

"Ada indikasi kuat bahwa eksekusi yang didokumentasikan dalam laporan ini mungkin merupakan kejahatan perang pembunuhan yang disengaja," kata Bogner.

Berdasarkan laporan OHCR, secara keseluruhan, jumlah warga sipil yang tewas dalam konflik tersebut telah mencapai 17.000, termasuk lebih dari 400 anak-anak.

Di kota Bucha dekat Kyiv, yang berada di bawah kendali pasukan Rusia dari tanggal 5 hingga 30 Maret, tercatat  sebanyak 73 warga sipil (54 pria, 16 wanita, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan) diduga dieksekusi oleh Rusia. namun hal ini masih dalam proses pembuktian. Kemudian terdapat 105 tambahan dugaan pembunuhan.

Laporan tersebut memperingatkan bahwa angka  yang dicantumkan itu kemungkinan akan jauh lebih tinggi karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Namun, kami tahu bahwa jumlah korban sebenarnya jauh lebih besar," kata Koordinator Bantuan Darurat PBB Martin Griffiths.

Sementara itu, OHCR juga mengkhawatirkan warga Ukraina yang akan menghadapi musim dingin di tengah perang. Terlebih, mereka saat ini  sedang membutuhkan listrik.

"Saya khawatir akan ada satu musim dingin yang panjang dan suram di depan Ukraina," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Türk.

"Konsekuensi dari perang terhadap pemenuhan hak asasi manusia bagi orang-orang di negara ini telah menghancurkan, sangat mengkhawatirkan," sambungnya.

Rangkaian peristiwa perang Rusia vs Ukraina hari ke-288:

– Penembakan Rusia tewaskan 10 orang Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa penembakan yang dilakukan Rusia menewaskan 10 orang Ukraina dan melukai banyak warga lainnya di kota Kurakhove di timur Ukraina.

Sementara itu, Walikota Kyiv Vitali Klitschko memperingatkan skenario kiamat untuk kota tersebut pada musim dingin ini jika serangan udara Rusia terhadap infrastruktur terus berlanjut.

Rusia juga dikabarkan telah menembakkan lebih dari 1.000 roket dan rudal ke jaringan listrik Ukraina, kata kantor berita Interfax Ukraina.

– Putin sebut invasi Rusia bisa terjadi dalam jangka panjang

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa perang Rusia di Ukraina bisa berubah menjadi proses jangka panjang.

Putin berusaha untuk membela invasi di mana pasukan Rusia telah dipaksa mundur dan bahkan pangkalan udara jauh di dalam Rusia telah diserang.

– Putin klaim tak akan gunakan nuklir lebih dulu

Putin mengklaim bahwa Rusia tidak akan menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu dalam konflik apa pun dan dia menyangkal bahwa pasukan Rusia meninggalkan medan pertempuran secara massal. 

Lebih lanjut Putin mengatakan bahwa militer Rusia tidak perlu memobilisasi lebih banyak pasukan, sebuah proses yang menyebabkan pergolakan besar di Rusia.

"Risiko penggunaan senjata nuklir dalam konflik Ukraina telah berkurang berkat tekanan internasional terhadap Rusia," kata Kanselir Jerman Olaf Scholz.

“Satu hal telah berubah untuk saat ini: Rusia telah berhenti mengancam untuk menggunakan senjata nuklir. Menanggapi komunitas internasional menandai garis merah,” sambungnya.

– NATO sebut Rusia akan bekukan invasi selama musim dingin

Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan Rusia berusaha untuk membekukan pertempuran di Ukraina selama musim dingin untuk mempersiapkan pasukannya untuk serangan baru awal tahun depan.

Stoltenberg mendesak sekutu NATO untuk terus mengirim senjata ke Kyiv selama musim dingin, menambahkan bahwa kondisi untuk penyelesaian perang secara damai.

– 16 orang tewas dalam kecelakaan di Donetsk

"Kecelakaan lalu lintas di wilayah Donetsk Ukraina timur yang diduduki sementara telah menyebabkan 16 orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka," kata seorang pejabat.

"Kecelakaan itu melibatkan minibus dan truk, yang penumpangnya termasuk tentara, dan terjadi antara Torez dan Shaktarsk, kata layanan darurat,"

– Ukraina boikot pertunjukan musik Tchaikovsky

Menteri kebudayaan Ukraina, Oleksandr Tkachenko, telah meminta sekutu barat negara itu untuk memboikot budaya Rusia. Tkachenko berpendapat bahwa penghentian pertunjukan musik Tchaikovsky dan komposer Rusia lainnya sampai akhir perang akan menghentikan pertunjukan karyanya sampai Rusia menghentikan invasi berdarahnya.

– Eropa usulkan sanksi baru untuk Rusia

Komisi Eropa telah mengusulkan paket sanksi kesembilan terhadap Rusia, termasuk menambahkan hampir 200 individu dan entitas tambahan dalam daftar sanksi. 

Dalam sebuah pernyataan, ketua Komisi, Ursula von der Leyen, menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil dan terus membawa kematian dan kehancuran ke Ukraina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top