Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rudal Rusia Tewaskan 100 Tentara Asing, Gudang Roket AS Hancur Lebur

Rudal Rusia mengenai titik penempatan sementara "legiun asing" di area ​​​​penyelesaian Chasov Yar, Donetsk. Termasuk gudang berisi 100 roket buatan AS.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 28 November 2022  |  06:59 WIB
Rudal Rusia Tewaskan 100 Tentara Asing, Gudang Roket AS Hancur Lebur
Ilustrasi - Militer Ukraina klaim serang pertahanan udara Rusia di Kherson, Rabu (2/11/2022). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Rusia terus melakukan serangannya di Ukraina. Pada hari kemarin, Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengklaim telah membunuh ratusan tentara Ukraina dan asing dalam sejumlah titik pertempuran.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov menuturkan bara serangan rudal Rusia mengenai titik penempatan sementara militan dari apa yang disebut "legiun asing" di area ​​​​penyelesaian Chasov Yar, Donetsk. 

"Hingga 100 tentara bayaran asing dan enam kendaraan lapis baja dihancurkan sebagai akibat dari serangan senjata presisi tinggi Angkatan Udara Rusia," ujar Igor, dikutip Senin (28/11/2022).

Di arah Kupyansk, tembakan artileri ke arah area konsentrasi pasukan Angkatan Bersenjata Ukraina mencegah serangan balik ke arah pemukiman Novoselovskoye di Luhansk. Hingga 30 prajurit Ukraina dan dua truk pickup hancur.

Sementara itu, tembakan artileri Rusia juga berhasil menghalau serangan dari Angkatan Bersenjata Ukraina. Kerugian Angkatan Bersenjata Ukraina berjumlah lebih dari 50 prajurit. Sedangkan tiga kendaraan tempur lapis baja dan empat unit kendaraan khusus dihancurkan.

Adapun di arah Donetsk, akibat tindakan tegas pasukan Rusia, serangan balik Angkatan Bersenjata Ukraina berhasil dipukul mundur di area pemukiman Soledar, Opytnoye, Kurdyumovka, dan Mayorsk. Rusia mengklaim berhasil menghancurkan 70 prajurit Ukraina, dua tank, dua kendaraan tempur lapis baja, dan lima truk pickup.

Di arah Donetsk Selatan, Rusia berhasil mencegah upaya Ukraina untuk memulihkan posisi yang hilang di area pemukiman Novomikhailovka, Pavlovka dan Shevchenko. Serangan artileri dan tindakan kelompok penyerang memukul mundur semua serangan, musuh didorong kembali ke posisi semula. 

"Kerugian Angkatan Bersenjata Ukraina ke arah ini berjumlah 60 prajurit Ukraina tewas dan terluka, satu kendaraan tempur infanteri, dua kendaraan tempur lapis baja, dua MT-LB dan lima kendaraan."

Rusia juga melaporkan bahwa mereka berhasil menghancurkan enam pos komando Ukraina di wilayah pemukiman Sadovoe, Dudchany dan Zolotaya Balka di wilayah Kherson, Yampol di Donetsk dan Kislovka di wilayah Kharkov, juga sebagai unit artileri ke-62, tenaga kerja dan perlengkapan militer di 137 distrik.

Depot amunisi Ukraina dihancurkan di dekat kota Dnepropetrovsk, di mana lebih dari 100 roket dari sistem peluncuran ganda HIMARS dan lebih dari tujuh ribu peluru artileri kaliber besar buatan luar negeri disimpan. "Di daerah pemukiman Razumovka, wilayah Zaporozhye, empat depot roket dan senjata artileri kelompok pasukan Zaporozhye dari Angkatan Bersenjata Ukraina dihancurkan," imbuh Igor.

"Sistem pertahanan udara menembak jatuh dua roket dari sistem peluncuran roket berganda HIMARS di dekat desa Bogdanovka, wilayah Kherson. Selain itu, peluru artileri berpemandu Excalibur dicegat di dekat desa Miropolye di wilayah Sumy."

Secara total, sejak awal operasi militer khusus, 333 pesawat, 177 helikopter, 2.565 kendaraan udara tak berawak, 390 sistem rudal antipesawat, 6.848 tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya, 904 kendaraan tempur dari berbagai sistem peluncuran roket, 3.620 lapangan senjata artileri dan mortir, serta 7.381 unit kendaraan militer khusus Ukraina hancur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Perang Rusia Ukraina Ukraina
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top