Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tanggapi Kritik, Firli Bahuri Beberkan Isi Pertemuannya dengan Lukas Enembe

Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan bahwa pertemuannya dengan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam rangka penegakan hukum.
Ketua KPK Firli Bahuri didampingi Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa saat beri keterangan seusai melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Kamis (3/11/2022). (ANTARA/Evarukdijati)
Ketua KPK Firli Bahuri didampingi Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa saat beri keterangan seusai melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Kamis (3/11/2022). (ANTARA/Evarukdijati)

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim tak ada yang spesial dalam pertemuan dirinya dengan Gubernur Papua Lukas Enembe beberapa waktu lalu. 

Pernyataan Firli tersebut menanggapi kritikan terhadap dirinya yang menemui langsung tersangka kasus suap dan gratifikasi proyek di Papua, Lukas Enembe.

"Saya kira tidak ada spesial, semuanya dalam rangka penegakan hukum," kata Firli kepada wartawan, Kamis (10/11/2022).

Firli menyatakan kedatangannya bersama tim penyidik dan tim dokter IDI ke rumah Lukas Enembe sudah sesuai dengan azas pelaksanaan tugas pokok KPK

"Apa yang itu disebut dengan kepentingan umum, apa itu disebut kepastian hukum, apakah itu dalam rangka menegakkan keadilan, proporsionalitas, dan juga tetap menjunjung tinggi HAM. Ingat, dalam UU nomor 19 2019 ditekankan bahwa asas pelaksanaan tugas pokok KPK salah satunya adalah menjunjung tinggi HAM," papar Firli.

Sebelumnya, Mantan Pegawai KPK yang juga Ketua IM57+ Praswad Nugraha mengkritik keputusan Firli menemui langsung Lukas Enembe di Papua.

Menurut dia, kedatangan Firli ke rumah Lukas Enembe dapat dinilai sebagai intervensi terhadap tugas penyidik. Dia mengatakan para penyidik KPK yang bertugas akan menjadi sungkan, bahkan mungkin malah menjadi segan dan takut, karena melihat pimpinan KPK bercengkrama dan beramah tamah dengan tersangka.

Praswad juga menyebut drama keakraban Firli dengan Lukas, menunjukkan perlakuan khusus dan istimewa oleh pejabat negara terhadap tersangka korupsi. 

"Rasa keadilan ditengah masyarakat akan terciderai. Mengapa bisa calon tersangka diperlakukan seistimewa itu oleh KPK? Karena tidak semua rakyat bisa merasakan kehangatan sikap Firli yang sepertinya malah ditujukan untuk calon tersangka korupsi," kata Praswad dalam keterangannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper