Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jepang Perketat Aturan Sumbangan untuk Kelompok Agama Usai Kasus Penembakkan Shinzo Abe

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida mengatakan bahwa pengawasan terhadap Gereja Unifikasi terus ditingkatkan setelah kasus penembakan Shinzo Abe.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 09 November 2022  |  07:35 WIB
Jepang Perketat Aturan Sumbangan untuk Kelompok Agama Usai Kasus Penembakkan Shinzo Abe
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida - DW/Kyodo Imago
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Jepang, Fumio Kishida mengusulkan Undang-Undang (UU) baru di negaranya untuk mencegah sumbangan besar kepada kelompok-kelompok agama.

Pada Selasa (8/11/2022), ia mengatakan bahwa pengawasan terhadap Gereja Unifikasi terus ditingkatkan setelah kasus penembakkan Shinzo Abe.

Kishida selama ini menghadapi kritik tajam terkait hubungan antara sekte (kelompok agama) dan politisi sejak mantan PM Shinzo Abe ditembak mati pada Juli 2022 lalu.

Adapun sebelumnya, pria yang dituduh membunuh Shinzo Abe mengungkap alasan melakukan penembakkan, yaitu membenci Gereja Unifikasi karena sumbangan besar yang dilakukan ibunya yang membuat keluarganya bangkrut.

Lebih lanjut, Kishida mengatakan dia telah bertemu orang-orang yang menjadi korban kontribusi keuangan yang besar kepada gereja.

"Sungguh memilukan mendengar cerita mereka," kata PM Fumio Kishida, seperti dilansir dari CNA, pada Rabu (9/11/2022).

Atas kejadian itu, Kishida berencana mengetatkan aturan sumbangan, di mana kelompok agama selama ini ditekan untuk menyumbang dalam jumlah yang berlebihan.

"Mengenai undang-undang baru untuk membantu korban sumbangan jahat, pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk mengajukan RUU itu sesegera mungkin, mudah-mudahan selama sesi parlemen saat ini yang berakhir 10 Desember," katanya.

Kishida menjelaskan bahwa rincian Undang-Undang (UU) sedang dibahas, tetapi akan fokus pada larangan praktik perekrutan yang tidak dapat diterima secara sosial dan berbahaya, serta memungkinkan penarikan donasi.

Pada bulan lalu, dia memerintahkan penyelidikan terhadap Gereja Unifikasi, yang secara resmi dikenal sebagai Federasi Keluarga untuk Perdamaian dan Penyatuan Dunia.

Penyelidikan dapat mengarah pada perintah pembubaran, yang akan menyebabkan gereja kehilangan statusnya sebagai organisasi keagamaan bebas pajak, meskipun masih dapat terus beroperasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang pm jepang shinzo abe penembakan
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top