Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Cerita Megawati soal Peran Bung Karno Bikin China Ikut Konferensi Asia Afrika

Megawati menyebut hubungan baik antara Bung Karno dan Mao Zedong membuat China akhirnya bergabung dalam Konferensi Asia-Afrika.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 07 November 2022  |  17:44 WIB
Cerita Megawati soal Peran Bung Karno Bikin China Ikut Konferensi Asia Afrika
Cerita Megawati soal Peran Bung Karno Bikin China Ikut Konferensi Asia Afrika - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menyebut ayahnya, Ir. Soekarno memiliki peran penting sehingga China menjadi terbuka ke dunia seperti sekarang ini.

Mega berpendapat, China mulai membuka diri ke dunia setelah diundang oleh Bung Karno mengikuti Konferensi Asia-Afrika pada 1955.

“Bung Karno itu bisa mengajak [China], yang namanya sekarang menjadi Republik Rakyat Tiongkok, untuk ikut di dalam Konferensi Asia-Afrika tersebut. Ketika itu beliau berhubungan dengan Ketua Mao Zedong dan begitu dapat meyakinkan,” ujar Mega dalam acara Conference Bandung Belgrade Havana in Global History Perspective, seperti yang disiarkan kanal YouTube Arsip Nasional RI, Senin (7/11/2022).

Mega menambahkan, saat itu Bung Karno meyakinkan China agar tak terus menutup diri dari dunia luar. Apalagi, lanjutnya, China merupakan salah satu negara dengan penduduk terbesar di dunia, seperti Indonesia.

Singkat cerita, ujar Mega, perdana menteri China saat itu, Zhou Enlai, setuju dengan pendapat Bung Karno. Akhirnya, China memutuskan ikut Konferensi Asia-Afrika.

"Di situlah maka China itu ikut di dalam Konferensi Asia-Afrika dan dapat membuka dirinya menjadi seperti Tiongkok yang sekarang," jelasnya.

Mega pun menambahkan, Konferensi Asia-Afrika merupakan salah satu pagelaran paling bersejarah di dunia. Menurutnya, konferensi yang digelar di Bandung tersebut berhasil menyatukan negara-negara Asia hingga Afrika.

“Para pemimpin bangsa dari 29 negara bertemu. Mereka memenuhi panggilan sejarahnya. Mereka berjuang untuk mewujudkan suatu tata dunia baru yang seharusnya bebas dari kolonialisme dan imperialisme,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

megawati china soekarno
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top