Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kapolres Malang AKBP Ferli Resmi Dicopot Imbas Tragedi Kanjuruhan!

Polri resmi mencopot Kapolres Malang imbas dari Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.
Suasana Unjuk Rasa suporter sepakbola Indonesia atas Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung di kawasan Stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta Minggu (2/10/2022). /Bisnis-Surya Dua Artha
Suasana Unjuk Rasa suporter sepakbola Indonesia atas Tragedi Kanjuruhan yang berlangsung di kawasan Stadiun Gelora Bung Karno, Jakarta Minggu (2/10/2022). /Bisnis-Surya Dua Artha

Bisnis.com, JAKARTA - Polri resmi mencopot Kapolres Malang imbas dari Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa sesuai dengan surat telegram rahasia Kapolri dengan Nomor ST/2098/X/KEP/2022 bahwa AKBP Ferli Hidayat dinonaktifkan.

"Menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat," ujar Dedi di Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022)

Dedi menjelaskan bahwa Ferli akan dimutasikan ke Perwira Menengah (Pamen) SSDM. Lalu, jabatan Kapolres Malang akan digantikan oleh AKPB Putu Kholis Arya.

“Dimutasikan sebagai Pamen SSDM Polri dan digantikan oleh AKBP Putu Kholis yang sebelumnya menjadi kapolres Tanjung Priok,” tutur Dedi.

Seperti diketahui, tragedi Stadion Kanjuruhan menewaskan ratusan nyawa. Pemerintah mengklaim setidaknya ada 125 orang tewas. Peristiwa ini menjadi tragedi paling mematikan dalam sejarah dunia sepak bola. 

Berbagai versi kerusuhan ini bermula. Ada versi kerusuhan berawal dari seorang suporter Arema FC yang turun ke lapangan setelah Arema mengalami kekalahan dalam pertandingan dengan Persebaya Surabaya. 

Suporter itu kemudian mendekati pemain yaitu Sergio Silva dan Adilson Maringa. Belum dapat dipastikan apakah ada kekerasan fisik saat suporter itu mendekati pemain. 

Aksi tersebut kemudian memicu ribuan suporter lain untuk ikut turun ke area lapangan dan turut menyampaikan rasa kekecawaan mereka. Kerusuhan tersebut akhirnya diwarnai oleh aksi lempar melempar berbagai macam benda ke arah lapangan, termasuk flare.  

Tembakan gas air mata selanjutnya membuat para suporter panik dan berdesakan ke luar stadion. Hal ini yang menjadi pemicu jatuhnya ratusan korban jiwa akibat terinjak-injak hingga sesak nafas.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lukman Nur Hakim
Editor : Edi Suwiknyo
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper