Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dakwah Radikal, Prancis Tutup Masjid Obernai

Kementerian Dalam Negeri Prancis memproses penutupan Masjid Obernai di Bas-Rhin, Alsace, Prancis. 
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 29 September 2022  |  15:14 WIB
Dakwah Radikal, Prancis Tutup Masjid Obernai
Presiden Prancis Emmanuel Macron - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri Prancis tengah memproses penutupan Masjid Obernai di Bas-Rhin, Alsace, Prancis. 

Menurut laporan yang disiarkan oleh BFM TV Prancis dan Le Figro pada Rabu (28/9/2022), keputusan penutupan masjid tersebut dilakukan setelah Pemerintah Prancis menemukan dugaan penyebaran aliran radikal dari seorang imam di lingkungan tersebut.

Mengutip dari A News, Kementerian Dalam Negeri Prancis mencium adanya kegiatan dakwah radikal yang dilakukan oleh imam Masjid Obernai.

Dia diketahui telah mengeluarkan berbagai komentar provokatif terhadap nilai-nilai republik dan bersikap bermusuhan dengan masyarakat Prancis lainnya. 

 Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin menyampaikan, bahwa setidaknya terdapat 23 tempat ibadah separatis yang telah ditutup selama dua tahun ke belakang. 

Hal ini dilakukan setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan instruksi untuk mengentaskan separatisme Islam, yang salah satunya adalah dengan melakukan penutupan terhadap sejumlah rumah ibadah yang beraliran radikal. 

Pemerintah Prancis menutup sejumlah masjid. Salah satunya adalah masjid yang berlokasi di Beauvais, kota di utara Prancis pada akhir tahun 2021.

Mengutip dari France 24, pemerintah menduga pengurus masjid tersebut telah menyampaikan khotbah yang menghasut kebencian, kekerasan, dan membela jihad. Masjid tersebut kemudian ditutup selama enam bulan lamanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis pendakwah radikalisme
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top