Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mahfud Ungkap Motif Serangan Siber Bjorka: Salah Satunya Politik

Mahfud menyebut Bjorka punya banyak motif dibalik aksi peretasan data belakangan ini, salah satunya motif politik.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 14 September 2022  |  11:22 WIB
Mahfud Ungkap Motif Serangan Siber Bjorka: Salah Satunya Politik
Mahfud Ungkap Motif Serangan Siber Bjorka: Salah Satunya Politik. ANTARA FOTO/Reno Esnir - aww.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD angkat bicara terkait motif serangan siber berupa peretasan data yang dilakukan oleh Bjorka belakangan ini.

Menurut Mahfud, Bjorka memiliki banyak motif, salah satunya politik.

"Motifnya ternyata juga gado-gado, ada yang motif politik, motif ekonomi, motif jual-beli, dan sebagainya," ungkap Mahfud dalam konferensi pers terkait Pembentukan Satgas Perlindungan Data yang disiarkan di kanal YouTube Kemonko Polhukam RI, Rabu (14/9/2022).

Dia mengatakan berbagai motif tersebut tak terlalu membahayakan stabilitas negara. Apalagi, lanjutnya, data-data yang dibocorkan Bjorka masif bersifat data-data umum. Mahfud menegaskan belum ada rahasia negara yang bocor.

Menko membandingkan, serangan Bjorka tak lebih berbahaya dibandingkan dengan serangan siber pada masa pemerintahan Presiden Susilo bambang Yudhoyono (SBY). Saat itu, lanjutnya, banyak data sensitif yang bocor di situs WikiLeaks.

"Kalau dulu zaman Pak SBY itu ada WikiLeaks gitu ya, itu pembicaraan telepon presiden aja bisa, dengan perdana menteri Australia, tersebar," ujarnya.

Meski begitu, Mahfud menegaskan bahwa pemerintah telah membentuk Satgas Perlindungan Data untuk memastikan serangan siber seperti yang dilakukan Bjorka tak terulang lagi.

Satgas tersebut terdiri dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Polri.

"Kita sudah punya satgas untuk lebih berhati-hati. peristiwa ini mengingatkan kita untuk membangun sistem yang lebih canggih," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bjorka mahfud md serangan siber peretas
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top