Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rusia Hentikan Pengiriman Pasukan Baru ke Ukraina, Ada Apa?

Komando militer Rusia menangguhkan pengiriman unit baru pasukannya ke Ukraina setelah serangan balasan yang dramatis oleh pasukan Ukraina.
Kendaraan militer yang hancur terlihat selama konflik Ukraina-Rusia di kota Rubizhne, wilayah Luhansk, Ukraina, 1 Juni 2022./Antara-Reuters
Kendaraan militer yang hancur terlihat selama konflik Ukraina-Rusia di kota Rubizhne, wilayah Luhansk, Ukraina, 1 Juni 2022./Antara-Reuters

isnis.com, JAKARTA - Komando militer Rusia menangguhkan pengiriman unit baru pasukannya ke Ukraina setelah serangan balasan yang dramatis dalam beberapa hari terakhir oleh pasukan Ukraina, sehingga mengubah bentuk perang yang membuat Moskow terguncang.

Pernyataan itu disampaikan bagian Staf Umum  Angkatan Bersenjata Ukraina menyusul penguasaan kembali sejumlah wilayah yang sebelumnya dikuasai pasukan Rusia.

“Komando militer Federasi Rusia telah menangguhkan pengiriman unit baru yang sudah terbentuk ke wilayah Ukraina,” kata pejabat di halaman Facebook staf umum seperti dikutip TheGuardian.com, Selasa (13/9/2022).

Disebutkan, bahwa saat ini tingkat kepercayan pasukan Rusia kepada para komandannya menurun.

“Situasi saat ini di tingkat operasi lapangan adalah adanya  ketidakpercayaan terhadap komandan yang lebih tinggi, sehingga membuat sejumlah besar sukarelawan dengan tegas menolak tugas yang diperintahkan ke medan tempur,” menurut pernyataan itu.

Pada bagain lain juga disebutkan, bahwa situasi dipengaruhi oleh informasi tentang jumlah pasukan sebenarnya yang tewas.

Selain itu, kerugian dari perusahaan militer swasta dan mereka yang dimobilisasi dari wilayah yang diduduki tidak diperhitungkan, menurut dokumen tersebut.

Situasi kian memburuk karena kondisi rumah sakit tidak mampu mengurus pasukan yang cidera. Begitu juga dengan waktu yang tidak diberikan kepada pasukan untuk  menjalani rehabilitasi sebelum mereka turun kembali ke medan tempur.

Dalam laporan lainnya, pasukan Rusia telah meninggalkan persediaan amunisi dan logistik lainnya setelah serangan balasan Ukraina selama berhari-hari di Kharkiv Oblast, menurut media Kyiv Independent.

Penduduk Oblast Kharkiv yang dibebaskan dari Zaliznychne mengatakan kepada Washington Post bahwa orang-orang Rusia menjatuhkan senjata mereka ke tanah ketika melarikan diri. Beberapa di antara mereka melompat ke sepeda curian dan mencoba melewati penduduk setempat.

Kerugian kendaraan juga cukup besar dari pasukan Rusia. Banyak foto di Kharkiv Oblast menunjukkan aset Rusia yang ditinggalkan, mulai dari tank tempur utama hingga kendaraan rekayasa, mortir self-propelled, dan truk pasokan.

Analis Jakub Janovsky memperkirakan bahwa Rusia kehilangan total 336 kendaraan tempur di negara itu dari 7-11 September 2022.

Sebanyak 102 kendaraan hilang pada 11 September saja yang kebanyakan dari mereka di Kharkiv Oblast.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper