Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pergantian Ketum Direstui Pemerintah, PPP Belum Tentukan Posisi Baru Suharso Monoarfa

PPP belum menentukan posisi baru Suharso Monoarfa pasca pergantian dirinya sebagai ketua umum partai direstui pemerintah melalui Kemenkumham.
Surya Dua Artha Simanjuntak
Surya Dua Artha Simanjuntak - Bisnis.com 11 September 2022  |  15:42 WIB
Pergantian Ketum Direstui Pemerintah, PPP Belum Tentukan Posisi Baru Suharso Monoarfa
Suharso Monoarfa. - Twitter PPP
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum menentukan posisi baru Suharso Monoarfa pasca pergantian dirinya sebagai ketua umum (ketum) partai direstui pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Sebelumnya, Suharso telah dilengserkan dari jabatan Ketum PPP dan digantikan Muhammad Mardiono lewat musyawarah kerja nasional (mukernas) pada 5 September 2022. Kemenkumham kemudian mengesahkan Mardiono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketum PPP untuk sisa masa bakti 2020 – 2025 lewat Surat Keputusan (SK) Kemenkumham nomor M.HH-26.AH.11.02 Tahun 2022 yang ditandatangani Menkumham Yasonna Laoly di Jakarta, Jumat (9/9/2022).

Wakil Ketua Umum (Waketum) PPP Arsul Sani mengungkap kini Suharso belum punya jabatan resmi di PPP. Pihaknya, lanjutnya, masih berdiskusi dengan Suharso terkait jabatan yang akan diisinya.

“Kami sedang musyawarahkan bersama beliau [soal jabatan baru Suharso],” ungkap Arsul lewat pesan singkat kepada Bisnis, Minggu (11/9/2022).

Dia tak mau menjelaskan lebih lanjut terkait jabatan apa yang ditawarkan ke Suharso. Meski begitu, Arsul sempat mengatakan pihaknya berharap Suharso mau menduduki kursi jabatan Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP), yang sebelumnya diduduki oleh Mardiono sebelum diangkat jadi Plt Ketum PPP.

Bahkan, pihaknya sengaja mengosongkan jabatan Ketua MPP dijajaran kepengurusan baru yang diajukan ke Kemenkumham, agar nantinya dapat diisi Suharso.

“Berharap Pak Suharso bersedia jadi Ketua MPP, [posisi tersebut] sementara kami kosongkan,” ujar Arsul, Selasa (6/9/2022).

Di sisi lain, Suharso masih menganggap dirinya sebagai ketum PPP yang sah. Menurutnya, mukernas yang dijadikan ajang pelengseran dirinya digelar secara tak sah sebab undangan kegiatan tersebut tak ditandatangani olehnya dan Arwani Thomafi sebagai sebagai Ketum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP.

"Masih, iya iya masih," ujar Suharso saat ditanya awak media terkait status sebagai Ketum PPP di sela acara Workshop Nasional Anggota DPRD Fraksi PPP Se-Indonesia, Redtop Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (6/9/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppp
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top