Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gugat Praperadilan, Ini Permintaan 3 Tersangka Wanaartha Life ke Bareskrim

Tiga tersangka Wanaartha Life meminta Bareskrim Polri untuk memulihkan nama baik mereka.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 14 Agustus 2022  |  20:55 WIB
Gugat Praperadilan, Ini Permintaan 3 Tersangka Wanaartha Life ke Bareskrim
Nasabah Wanaartha saat melakukan aksi - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Tiga tersangka kasus Wanaartha Life mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan ditujukan kepada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Ketiga tersangka itu antara lain Rezanantha Pietruschka, Manfred Armin Pietruschka, dan Evelina Larasati Fadil. Permohonan praperadilan tiga tersangka diajukan pada Jumat (12/8/2022).

Dalam petitumnya, mereka meminta majelis hakim PN Jakarta Selatan untuk membatalkan penetapan tersangka oleh Bareskrim Polri.

Selain itu mereka juga meminta majelis hakim untuk memerintahkan supaya Bareskrim memulihkan hak para pemohon dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya termasuk merehabilitasi nama melalui 2 media cetak dan 2 stasiun tv berskala nasional.

Peran Tersangka

Sekadar informasi, Bareskrim Polri telah menetapkan Presiden Direktur Wanartha Life Yanes Yaneman Matulatua sebagai tersangka kasus penipuan.

Selai Yanes, penyidik juga menetapkan 6 orang tersangka lainnya. Keenam orang tersebut yakni Yosef Meni, Terry Khesuma, Rezanantha Pietruschka, Daniel Halim, Evelina Larasati Fadil dan Manfred Armin Pietruschka.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Kombes Nurul Azizah memaparkan peran dan jabatan dari ketujuh tersangka dalam kasus PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha.

“Pertama suadara Yanes Yaneman (YY) selaku Eks Direktur, berperan menandatangani laporan keuangan periode tahun 2014 - 2020 dan mengabaikan pelanggaran SOP sehingga terjadi tindak pidana,” ujar Nurul dalam konferensir pers di Gedung Humas, Rabu (3/8/2022).

Selain itu, untuk tersangka Daniel Halim (DH) merupakan mantan Direktur Keuangan yang berperan menandatangani laporan keuangan periode tahun 2014 - 2020 dan mengabaikan pelanggaran SOP sehingga terjadi tindak pidana.

Selanjutnya, tersangka Yosef Menin (YM) selaku Manager Produk Wal Invest yang berperan melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan. Lalu ada Manferd Armin (MA) mewakili PT. Facend Consolidated companies dan PKWT ahli investasi. 

Dirinya berperan untuk menyuruh melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan serta penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan PT. dan atau premi nasabah.

Dalam melakukan aksinya MA menyuruh Terry Khesuma (TK) selaku Head Accounting untuk melakukan pengurangan data pemegang polis dalam audit keuangan tahunan kepada YM dan menyediakan data palsu kepada KAP.

Dua tersangka lainnya adalah Rezanantha Pietruschka (RF) selaku Head Divisi Marketing dan Eks Wadir Investasi. Diketahui dirinya ikut menikmati penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan PT dan atau premi nasabah.

Terakhir, tersangka Evelina Larasati selaku Komisaris Utama dan Pemegang Saham mewakili PT Facend Consolidated Companies, dirinya berperang melakukan penggelapan dalam jabatan terhadap keuangan PT dan atau premi nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Wanaartha Life bareskrim praperadilan
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top