Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-169 : Zelensky Murka, Mau Membombardir Rusia

Zelensky menyerukan kepada sekutu asing untuk mengirim senjata yang lebih kuat agar dapat membungkam Rusia dan mengakhiri perang ini.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  12:51 WIB
Rangkuman Perang Rusia vs Ukraina Hari ke-169 : Zelensky Murka, Mau Membombardir Rusia
Anggota Pasukan Pertahanan Teritorial Ukraina berpartisipasi dalam latihan di bekas pabrik aspal di pinggiran Kyiv, Ukraina, Sabtu (19/2/2022). - Bloomberg/Ethan Swope
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Konflik Rusia vs Ukraina sudah memasuki hari ke-169 sejak awal invasi. Pada hari ini, Ukraina kembali menuduh Rusia atas penembakan roket  di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.

Dalam serangan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai 10 orang, serangan ini membuat Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenksy murka dan bersumpah akan menimbulkan kerusakan sebanyak mungkin di Rusia untuk mengakhiri perang dengan cepat.

Dikutip dari The Guardian, Zelensky juga menyerukan kepada sekutu asing untuk mengirim senjata yang lebih kuat agar dapat membungkam Rusia dan mengakhiri perang ini.

Di sisi lain, angkatan udara Ukraina mengatakan mereka yakin telah menghancurkan selusin pesawat Rusia di darat dalam ledakan di pangkalan udara Saky di Krimea. Menanggapi pernyataan tersebut, pihak Rusia membenarkannya dan mengatakan bahwa ledakan itu telah menewaskan satu orang, melukai 13 orang dan merusak puluhan rumah di dekatnya.

Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace mengatakan bahwa menurutnya kejadian di pangkalan udara Saky di Krimea adalah hal yang sah karena melihat dari pihak Rusia yang terus menginvasi Ukraina secara ilegal.

"Ukraina, berdasarkan pasal-pasal PBB, berhak sepenuhnya untuk mempertahankan wilayahnya dan mengambil tindakan apa yang diperlukan untuk melawan kekuatan penyerang," kata Wallace.

Update rangkuman konflik Rusia vs Ukraina hari ke-169, pada Kamis (11/8/2022):

Tuduhan Gerakan Separatis Pro-Rusia Terhadap Ukraina

Separatis pro-Rusia menuduh Ukraina menembaki tempat pembuatan bir di kota timur yang diduduki mereka di Donetsk, serangan itu menewaskan satu orang dan memicu kebocoran amonia yang memicu kebakaran.

Uni Eropa Galakkan Larangan Perjalanan Pada Turis Rusia

Uni Eropa akan memberlakukan larangan perjalanan kepada turis Rusia, pemberlakuan ini akan diterapkan ke seluruh wilayah Uni Eropa. Menurut Zelensky ini adalah sanksi yang paling penting untuk menutup kebebasan terhadap turis Rusia, karena ini sebagai sanksi atas perlakuan negara Rusia yang telah mengambil tanah yang bukan miliknya.

China Sebut AS “Penghasut Utama” Perang Rusia vs Ukraina

Selama invasi, China merupakan mitra paling dekat dengan Rusia, karena hal itu juga menurut negeri tirai bambu ini AS merupakan aktor utama dalam kejadian  perang Rusia dengan Ukraina berlangsung dan China menggambarkan AS sebagai “Penghasut Utama” dalam konflik ini.

Total 24 Kapal Pengangkut Biji-bijian Telah Meninggalkan Ukraina

Dalam misi mengurangi krisis pangan global, total 24 kapal pengangkut biji-bijian telah meninggalkan Ukraina, PBB melihat ini sebagai peningkatan besar sejak persetujuan yang dilakukan Rusia, Ukraina, Turki dan PBB beberapa waktu lalu. Menurut koordinator sementara PBB di Istanbul mengatakan bahwa peningkatan pengiriman akan terus bertambah dalam waktu dekat.

Rusia Melakukan Pelanggaran Wilayah Udara di Estonia

Estonia telah memanggil duta besar Rusia dan secara resmi memprotes pelanggaran wilayah udaranya yang dilakukan helikopter Rusia pada Selasa (9/8/2022). Estonia menganggap ini sebagai insiden yang sangat serius dan sama sekali tidak dapat diterima. 

Ukraina Meminta Pembekuan Pembayaran Obligasi Internasional US$20  Miliar

Kreditur luar negeri Ukraina telah mendukung permintaannya dalam pembekuan pembayaran obligasi internasional sebanyak US$20 miliar selama dua tahun, hal ini bertujuan untuk menghindari default utang. Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal menegaskan akan menyelamatkan negara, sambil membantu menstabilkan ekonomi dan memperkuat tentara negaranya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Ukraina Rusia
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top