Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-157: Rusia Larang Masuk 32 Warga Selandia Baru

Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan 32 warga negara Selandia Baru dilarang masuk ke negara yang dipimpin Vladimir Putin.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 30 Juli 2022  |  18:27 WIB
Perang Rusia Vs Ukraina Hari ke-157: Rusia Larang Masuk 32 Warga Selandia Baru
Bendera Selandia Baru - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan 32 warga negara Selandia Baru dilarang masuk ke negara yang dipimpin Vladimir Putin.

Dikutip dari TASS dan Aljazeera, Sabtu (30/2022), pelarangan masuk itu merupakan sanksi bagi pejabat dan wartawan dari Selandia Baru karena dianggap mendukung "agenda Russofobia" negara itu.

Mereka yang masuk dalam daftar itu antara lain Wakil Kepala Angkatan Laut Shane Ardell, Wali Kota Wellington Andy Foster. Sanksi tersebut melarang individu yang ditargetkan memasuki Rusia tanpa batas waktu, kata kementerian itu.

Kehabisan Tenaga

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Asing MI6 Inggris, Richard Moore, dalam komentar singkat di media sosial, mengatakan, bahwa Rusia 'kehabisan tenaga' dalam melakukan serangan di Ukraina.

Moore membuat pernyataan "Kehabisan tenaga ..." di di Twitter Kementerian Pertahanan Inggris, yang menggambarkan pemerintah Rusia sebagai "semakin putus asa" dan kehilangan ribuan tentara dalam invasi ke Ukraina.

Kurangi Hukuman

Pengadilan banding di Kyiv telah mengurangi hukuman seumur hidup menjadi 15 tahun bagi seorang tentara Rusia yang dihukum dalam pengadilan kejahatan perang pertama sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022.

Para kritikus mengatakan hukuman terhadap Vadim Shishimarin, seorang prajurit kontrak berusia 21 tahun yang mengaku bersalah membunuh seorang warga sipil dan dihukum pada bulan Mei, terlalu keras, mengingat dia mengakui kejahatan itu, mengatakan dia mengikuti perintah dan menyatakan penyesalan.

Persidangan telah diawasi dengan ketat sebagai ujian awal apakah mungkin untuk melakukan pengadilan yang adil selama konflik yang berkelanjutan dan seberapa baik sistem peradilan Ukraina menghadapi tugas besar menuntut ribuan kasus kejahatan perang yang kompleks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Perang Rusia Ukraina Rusia selandia baru
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top