Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Baba Rafi, Waralaba Kebab dengan Dua Perusahaan Pengelola Terpisah

Dua entitas atau perusahaan pengelola Baba Rafi itu adalah PT Sari Kreasi Boga Tbk (SKB Food) yang didirikan oleh seorang pengusaha perempuan yaitu Nilamsari dan PT Babarafi Internasional (Babarafi Enterprise) yang dibentuk oleh Hendy Setiono.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 20 Juli 2022  |  10:19 WIB
Baba Rafi, Waralaba Kebab dengan Dua Perusahaan Pengelola Terpisah
Penandatanganan kesepakatan Baba Rafi versi SKB Food Tbk. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kebab Turki Baba Rafi tidak lagi dikelola oleh satu perusahaan saja. Sejak 2017, pionir waralaba kebab di dunia ini dimiliki oleh dua entitas yang tidak saling terkait satu sama lain, tidak terafiliasi, dan tidak ada kolaborasi bisnis sama sekali.

Dua entitas atau perusahaan pengelola Baba Rafi itu adalah PT Sari Kreasi Boga Tbk (SKB Food) yang didirikan oleh seorang pengusaha perempuan yaitu Nilamsari dan PT Babarafi Internasional (Babarafi Enterprise) yang dibentuk oleh Hendy Setiono.

SKB Food yang saat ini sedang dalam proses go public dengan melakukan penawaran perdana saham kepada publik (Initial Public Offering/IPO) dipimpin oleh Direktur Utama Eko Pujianto. Adapun founder Baba Rafi sejak 2003 yaitu Nilamsari menempati posisi sebagai Direktur Pengembangan Bisnis.

”Saya baru berusia 19 tahun ketika Baba Rafi mulai berdiri. Saya adalah founder dan Hendy juga founder. Tidak ada yang co-founder karena setelah itu juga diperjuangkan bersama,” ucap Nilamsari dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (20/7/2022).

Terbentuknya dua entitas tersebut merupakan konsekuensi atas perceraian pernikahan antara Nilamsari dengan Hendy pada  2017. Sejalan dengan itu, sesuai Putusan Pengadilan dan disepakati bersama, PT Babarafi Indonesia yang sudah berdiri sebelumnya dengan porsi kepemilikan saham 50:50 harus dibubarkan.

Meski begitu, sebagai sebuah brand, Baba Rafi masih boleh dijalankan untuk kepentingan bisnis dengan kepemilikan bersama. Pembagiannya, yakni Hendy Setiono bersama perusahaannya di Surabaya mengelola merek Kebab Turki Babarafi dan Container Kebab by Babarafi wilayah timur.

Sedangkan, Nilamsari dengan nama perseroan PT Sari Kreasi Boga atau SKB FOOD mengelola Kebab Turki Babarafi dan Container Kebab by Babarafi wilayah barat, meliputi Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan dan Jakarta sekitarnya (Jabodetabek).

Pembagian area pengelolaan Baba Rafi itu juga tertuang dalam putusan Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan No. 1773/Pd. G/2017/PA mengenai pembagian wilayah operasional.

Nilamsari mengatakan ketika SKB Food berdiri pada 2017, bisa saja tidak melibatkan brand Baba Rafi. Meski begitu, pada akhirnya diputuskan untuk tetap merawat dan terus membesarkan usaha waralaba tersebut mengingat dampak positif yang besar terhadap UMKM Indonesia supaya semakin berkembang, khususnya bidang kuliner.

”Sejarah harus ditulis kembali. Market dibangun lagi. Babat alas lagi. Tidak apa-apa. Sekarang eranya kolaborasi dan saya tidak mungkin berjuang sendiri. Kami di SKB Food memiliki manajemen yang solid dan siap meneruskan dengan lebih baik lagi, berupaya memberikan lebih banyak manfaat kepada para pemegang saham, pemangku kepentingan, dan secara umum kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebab turki baba rafi baba rafi kuliner emiten
Editor : Puput Ady Sukarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top