Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK Periksa Penyuap Wali Kota Bekasi Rachmat Effendi di Kasus Ade Yasin

Lai Bui Min diketahui terjerat kasus suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  15:45 WIB
KPK Periksa Penyuap Wali Kota Bekasi Rachmat Effendi di Kasus Ade Yasin
Tersangka Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin (kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/5/2022). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Lai Bui Min alias Anen dalam kasus suap pengurusan laporan keuangan, yang menjerat Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin.

Lai Bui Min diketahui terjerat kasus suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Dia divonis 2 tahun penjara lantaran terbukti terbukti menyuap Rahmat Effendi.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AY (Ade Yasin)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (13//6/2022).

Belum diketahui kaitan Lai Bui Min dalam perkara ini.

Selain Lai Bui Min, penyidik lembaga antirasuah memeriksa sembilan saksi lainnya. Mereka adalah, Yukie Meistisia selaku Wakil Direktur Administrasi RSUD Ciawi, Irman Gapur selaku Kasubbag Kepegawain RUSD Ciawi, Iji Hataji selaku Kasubbag Keuangan Disperindag Kabupaten Bogor, dan Wahyu selaku Kabag Keuangan RSUD Cileungsi Kabupaten Bogor.

KPK juga memeriksa, Ani Bestari selaku Kasubbag Keuangan Dinkes Kabupaten Bogor, Irma Lestia selaku Sekretaris DPKPP Kabupaten Bogor, Aep Saepurahman selaku Kasubbag Keuangan Sekwan DPRD Kabupaten Bogor, Desirwan Kuslan selaku Kabid Sarpras Disdik Kabupaten Bogor, dan Ruli alis Paul selaku Kasubbag di DPMPTSP Kabupaten Bogor.

Dalam kasus ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Bogor Ade Yasin. Penangkapan politikus PPP itu diduga terkait dengan suap pengaturan hasil audit laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2021.

Ade, menurut KPK, konon dikabarkan meminta anak buahnya supaya melobi auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) supaya memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Ade Yasin
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top