Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bantuan Gerobak UMKM Kemendag Dikorupsi, Kerugian Rp76,3 Miliar!

Kasus korupsi pengadaan gerobak dagang di Kemendag mengakibatkan kerugian negara lebih dari Rp76 miliar.
Lukman Nur Hakim
Lukman Nur Hakim - Bisnis.com 08 Juni 2022  |  15:53 WIB
Bantuan Gerobak UMKM Kemendag Dikorupsi, Kerugian Rp76,3 Miliar!
Barang bukti gerobak dagang Kementerian Perdagangan yang dikorupsi dan mengakibatkan kerugian negara hingga Rp76 miliar. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan korupsi pengadaan gerobak dagang di Kementerian Perdagangan tahun anggaran 2018-2019.

Direktur Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri, Brigjen Cahyono memaparkan bahwa kasus korupsi pengadaan gerobak dagang tersebut mengakibatkan kerugian negara lebih dari Rp76 miliar.

“Dalam pengadaan gerobak ini terjadi di dua tahun anggaran, yaitu di tahun 2018 dan 2019,” ujar Cahyono saat konferensi pers, Rabu (08/06/2022).

Adapun nilai kerugian negara itu terdiri dari 7.200 unit dengan nilai pergerobak senilai Rp7,5 juta pada tahun 2018 dan pada tahun 2019 sebanyak 3.500 unit dengan nilai pergerobak Rp8,6 juta.

Program pengadaan gerobak dagang, lanjut Cahyono bertujuan untuk membagikan gerobak dagang tersebut sebagai bantuan untuk pelaku umkm di seluruh Indonesia, dimana tujuannya untuk menumbuhkan perekonomian.

Selain itu, Cahyo juga mengatakan jika kasus ini akan terus di update dan akan memaksimalkan menentukan tersangka dalam kasus ini terdapat beberapa pejabat dari Kementerian

“Di tingkat Kementerian ada, pejabat di tingkat Kementerian,” tutur Cahyono

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korupsi kementerian perdagangan bareskrim
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top