Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pencarian Eril Tetap Dilanjutkan, Ini Tata Cara Salat Gaib

Tata cara salat gaib tidak jauh beda dengan rukun salat jenazah pada umumnya, perbedaannya terletak pada adanya jenazah atau tidak.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 03 Juni 2022  |  13:44 WIB
Pencarian Eril Tetap Dilanjutkan, Ini Tata Cara Salat Gaib
Tim SAR Swiss mencari sosok Emmeril Khan yang hilang terseret arus Sungai Aare di Bern Swiss sejak Kamis (26/5/2022). - Dok. Kemlu.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga Emmeril Khan atau Eril sudah mengikhlaskan kepergiannya, terutama dari Ridwan Kamil dan Atalia Praratya selaku orang tuanya pada Kamis (2/6/2022).

Lalu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil juga berkonsultasi dengan MUI untuk melakukan salat gaib di tempat masing-masing. Adapun tata cara salat gaib tidak jauh beda dengan rukun salat jenazah pada umumnya, perbedaanya terletak pada adanya jenazah atau tidak. 

Simak tata cara salat gaib yang dilansir Nu.or.id pada Jumat (3/6/2022), sebagai berikut:

1. Berniat, untuk salat gaib/jenazah memiliki bacaan yang berbeda tergantung jenis kelamin, banyaknya jenazah dan status mushalli-nya, karena Eril berjenis kelamin laki-laki maka menggunakan niat berikut ini:

Ushallî ‘alâ mayyiti (fulân) al-ghâ-ibi arba’a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma’mûman lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Saya menyalati jenazah ‘Si Fulan (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”  

2. Salat gaib dilakukan dengan berdiri tetapi dalam pelaksanaannya tidak memaksakan, yang artinya boleh duduk jika tidak mampu berdiri.   

3. Membaca empat takbir termasuk takbiratul ihram.

4. Membaca surat al-Fatihah. Seperti sabda Rasulullah dalam hadits riwayat Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah memerintahkan umat untuk membaca al-Fatihah saat melakukan salat jenazah.

5. Membaca shalawat kepada Nabi saw setelah takbir kedua. Minimal dengan membaca, Allahummâ shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad. 

6. Membaca doa untuk jenazah setelah rakaat ketiga seperti yang biasa diucapkan Rasulullah, yaitu:

Allahummagfir lahû warhamhû wa’fu ‘anhû wa’âfihî wa akrim nuzulahû wa wassi’ madkhalahû waghsilhu bi mâ‘in wa tsaljin wa baradin wa naqqihi minal khathâyâ kamâ yunaqqast tsaubul abyadhu minad danas wa abdilhu dâran khairan min dârihî wa ahlan khairan min ahlihî wa zaujan khairan min zaujihî waqihî fitnatal qabri wa ‘adzâbin nâr

Artinya, “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah ia, maafkanlah dan berilah ia keafiatan (nasib ukhrawi yang baik), muliakanlah tempatnya, lapangkanlah jalurnya, basuhlah ia dengan air surgawi yang sejuk nan segar, bersihkanlah ia dari noda-noda kesalahan laiknya baju putih yang kembali mengkilap setelah dibersihkan dari kotoran dan noda, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih indah, keluarga dan pasangan yang lebih baik, lindungilah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka.”   

7. Membaca salam setelah takbir keempat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

doa salat Emmeril Khan Mumtaz
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top