Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh, Peluang Masuk Harvard University Semakin Kecil. Ini Sebabnya!

Harvard University memperkecil peluang masuk bagi mahasiswa baru karena pihak kampus mengurangi tingkat penerimaannya menjadi 3,2 persen, sebagian disebabkan oleh kebijakan ujian masuk selama pandemi.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 03 April 2022  |  16:24 WIB
Gedung kampus Harvard University - istimewa
Gedung kampus Harvard University - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Universitas terbaik di Amerika Serikat Harvard University semakin memperkecil peluang masuk bagi mahasiswa baru, menjadi yang terendah sejak berdiri hampir 4 abad lalu.

Dilansir Bloomberg pada Sabtu (2/4/2022), anggota universitas elite di AS Ivy League ini melaporkan mengurangi tingkat penerimaannya menjadi 3,2 persen, sebagian karena kebijakan ujian masuk selama pandemi.

Harvard mengatakan pada Kamis bahwa mereka membuka 1.954 kursi mahasiswa baru untuk tahun depan yang diseleksi lebih dari 61.000 pendaftar.

Lebih dari setengahnya, yakni sekitar 54,2 persen pelamar perempuan sudah diterima. Harvard menerima pendaftar 7 persen lebih banyak dibandingkan tahun lalu dan meloloskan 3,4 persen dari total pelamar.

Perguruan tinggi di seluruh AS telah menerima lonjakan aplikasi dengan kebijakan opsional tes yang dimulai sejak pandemi Covid-19 karena siswa tidak dapat pergi ke tempat ujian dengan aman.

Jumlah pendaftar melonjak seiring dengan keputusan anggota Ivy League tidak akan mempersyaratkan ujian SAT atau ACT hingga beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Massachusetts Institute of Technology mengatakan pada pekan ini akan mengembalikan syarat tes SAT dan ACT.

Harvard sebagai perguruan tinggi AS terkaya menaikkan alokasi bantuan untuk pendidikan gratis dari US$65.000 menjadi US$75.000. Pada tahun fiskal lalu, Harvard memperoleh sumbangan mencapai US$11 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kampus pendidikan harvard university
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top