Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendeta Saifuddin di AS, Polisi Buka Peluang Terbitkan Red Notice

Polisi menduga saat ini Pendeta Saifuddin berada di Amerika Serikat.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  17:23 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan memberikan keterangan pers kepada awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/12/2021). - Antara
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan memberikan keterangan pers kepada awak media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/12/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi membuka peluang untuk menerbitkan red notice terhadap tersangka kasus ujaran kebencian dan penistaan agama, Pendeta Saifuddin.

Polisi menduga saat ini Pendeta Saifuddin berada di Amerika Serikat.

Diketahui, Saifuddin jadi tersangka setelah dilaporkam terkait video unggahannya yang meminta agar 300 ayat Al Quran dihapuskan.

"Kami sampaikan dengan ditetapkan sebagai tersangka tentu segala upaya dilakukan penyidik termasuk yang disampaikan nanti cuma semua buth proses kalau red notice sudah keluar akan disampaikan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Rabu (30/3/2022).

Dia juga menyebut Saifuddin Ibrahim memantau soal penanganan perkaranya, meski berada di luar negeri.

Ramadhan mengatakan Saifuddin diketahui memantau lantaran sempat mengunggah postingan soal perkaranya di Kepolisian.

"Ada postingan ya yang dibuat oleh saudara SI. Jadi rekan-rekan bisa melihat, dia membuat video baru yang mengatakan polisi mencari yang bersangkutan. Artinya memantau," kata Ramadhan.

Sebelumnya, Polisi telah menetapkan Pendeta Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Diketahui, dalam sebuah video yang viral di media sosial, Saifuddin Ibrahim meminta menteri agama untuk menghapus 300 ayat Alquran.

"Saat ini yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kadiv Humas Polri Irjen Deddy Prasetyo kepada wartawan, Rabu (30/3/2022).

Dedi menyebut Saifuddin telah ditetapkan sebagai tersangka sejak dua hari lalu. "Sejak 2 hari yang lalu (ditetapkan sebagai tersangka)," ucap Dedi.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polisi amerika serikat penistaan agama
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top