Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Update Perang Rusia-Ukraina: AS Berikan Sanksi, Pasukan Rusia Dipukul Mundur

Pasukan Rusia dipukul mundur sejauh 25 km dari Ibu Kota Ukraina. Sedikitnya, ada 7000 tentara militer Rusia yang tewas.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 24 Maret 2022  |  09:47 WIB
Regu penyelamat mengevakuasi warga dari bangunan yang rusak akibat serangan Rusia di Kiev, Ukraina, Senin (14/3/2022). - Antara/Reuters
Regu penyelamat mengevakuasi warga dari bangunan yang rusak akibat serangan Rusia di Kiev, Ukraina, Senin (14/3/2022). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat menilai bahwa pasukan Rusia telah melakukan kejahatan perang saat invasi negara ke Ukraina. Sanksi akan diberikan ke Rusia.

Presiden Joe Biden melakukan perjalanan ke Eropa untuk bertemu dengan sekutu, dalam upaya untuk menekan Moskow untuk mengakhiri perang Rusia Ukraina. Babak baru akan segera dimulai, Rusia akan mendapatkan sanksi tegas.

Sumber rahasia dari Gedung Putih mengungkapkan Pemerintahan Biden dan sekutu AS sedang mendiskusikan apakah Rusia harus dikeluarkan dari kelompok negara-negara G-20 yang menangani masalah ekonomi global.

Pertemuan besar akan dilakukan yakni Kamis. NATO akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan dijadwalkan akan memberikan pidato melalui tautan video.

Sementara itu, pasukan Ukraina terus mempertahankan wilayah kenegaraannya. Serangan militer Rusia ke Ibu Kota Ukraina telah gagal, sebab pasukan Rusia telah dipukul mundur sejauh 25 km.

Perang menyebabkan kerugian bagi semua pihak. Pejabat Nato mengatakan sedikitnya ada 7.000 tentara Rusia tewas dalam bulan pertama perang di Ukraina, tetapi jumlah sebenarnya bisa jadi mencapai 2 kali lipat dari angka tersebut.

Presiden AS Biden mengungkapkan rencana Rusia untuk menggunakan senjata kimia disebut kejahatan perang dan menjadi ancaman bagi semua pihak. 

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak untuk mengesampingkan kemungkinan bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir dalam konflik, mengatakan kepada CNN bahwa negaranya akan mempertimbangkan untuk melakukannya jika menghadapi "ancaman eksistensial."

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top