Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PPKM Jawa Bali Berakhir Hari Ini, Begini Covid-19 Indonesia Sepekan Terakhir

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) Jawa-Bali yang diperpanjang selama sepekan akan berakhir hari ini, Senin (21/3/2022).
Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota, Jakarta, Senin (24/1/2022). Pemerintah resmi memperpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 31 Januari 2022. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.
Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Gatot Subroto dan Tol Dalam Kota, Jakarta, Senin (24/1/2022). Pemerintah resmi memperpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 31 Januari 2022. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/tom.

Bisnis.com, JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) Jawa-Bali yang diperpanjang selama sepekan akan berakhir hari ini, Senin (21/3/2022). Sementara, PPKM luar Jawa Bali akan berakhir pada 28 Maret nanti.

Dilansir data pemerintah, dalam periode 14-20 Maret, kasus Covid-19 Indonesia 71.988. Jumlah itu menurun 49 persen dibandingkan pekan sebelumnya atau periode 7-13 Maret dengan penambahan kasus Covid-19 sebanyak 141.770.

Penurunan serupa juga terjadi pada jumlah kasus kematian warga akibat Covid-19. Tercatat selama periode 7-13 Maret, jumlah kumulatif kasus kematian Covid-19 sebanyak 1.994 kasus.

Sementara, pada periode 14-20 Maret, kasus kematian mingguan menurun menjadi 1.572 kasus atau 21 persen.

Dalam sepekan terakhir, positivy rate 7,7 persen, menurun dibanding pekan sebelumnya yang mencapai 15 persen.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan meski kasus nasional  tengah dalam tren penurunan kasus dan indikator penanganan Covid-19 yang semakin membaik, perlu bagi kita untuk mempertahankan tren ini secara konsisten agar pandemi segera dilalui.

“Kami imbau masyarakat untuk segera vaksinasi, baik vaksinasi primer maupun booster, untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus seperti yang saat ini terjadi di beberapa negara lain, seperti Jerman, Perancis, Inggris, Kanada,” kata Nadia, Senin (21/3/2022).

Diketahui bahwa lonjakan kasus di beberapa negara di Eropa disebabkan oleh distribusi sub-varian Omicron BA.2 yang kini menjadi varian mayoritas di beberapa negara.

Kendati sub-varian Omicron BA.2 sudah terdeteksi di Indonesia, lonjakan kasus karena sub-varian Omicron tersebut masih bisa dikendalikan hingga hari ini.

Terkait dengan survei serologi yang sebelumnya diumumkan, Nadia mengingatkan masyarakat bahwa meskipun angka antibodi terhadap SARS-CoV-2 bagi responden cukup tinggi, namun bukan berarti masyarakat terbebas dari infeksi Covid-19. Antibodi yang tinggi berarti mampu mengurangi dampak gejala berat dan risiko kematian akibat terinfeksi Covid-19.

“Masyarakat harus sungguh-sungguh menyadari bahwa meskipun antibodi yang diproduksi tinggi setelah mendapatkan vaksinasi lengkap ditambah booster, kemungkinan untuk terinfeksi Covid-19 masih ada. Hanya saja risiko bergejala berat dan kematian akibat Covid-19 berkurang. Terutama bagi golongan lanjut usia dan yang memiliki komorbid sangat perlu mendapat perlindungan dari vaksinasi lengkap dan booster,” kata Nadia.

Dia menuturkan target vaksinasi perlu dikejar lebih jauh dan lebih cepat lagi. Ini akan mempercepat pembentukan kekebalan kelompok di populasi penduduk Indonesia, terutama untuk mencegah kembali lonjakan kasus.

Hingga kemarin, vaksinasi dosis 1 telah diberikan kepada 194.654.514 (93,46 persen) penduduk.

Kemudian vaksinasi dosis 2 telah diberikan kepada 153.832.549 (73,86 persen) penduduk. Lalu vaksinasi dosis 3 juga telah diberikan kepada 16.242.588 (7,80 persen) penduduk.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Indra Gunawan
Editor : Nancy Junita

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper