<p><strong>Bisnis.com</strong>, JAKARTA - <a href="https://www.bisnis.com/topic/392/uni-eropa" target="_blank" rel="noopener">Uni Eropa</a> tengah mempertimbangkan kemungkinan memanfaatkan aset orang kaya <a href="https://www.bisnis.com/topic/1633/Rusia" target="_blank" rel="noopener">Rusia</a> yang terkena sanksi untuk mendanai pemulihan di <a href="https://cms9.bisnis.com/admin/article/edit/%20https:/www.bisnis.com/topic/7572/Ukraina" target="_blank" rel="noopener">Ukraina</a>.</p><p>Dilansir <em>Bloomberg</em> pada Sabtu (19/3/2022), tiga sumber anonim mengatakan gagasan tersebut masih dalam pembicaraan tahap awal dan belum ada keputusan terkait hal itu.</p><p>Salah satu kemungkinan adalah menggunakan aset untuk mendanai reparasi perang, tambah orang-orang. Setiap keputusan tentang bagaimana menangani aset pada akhirnya perlu dibuat oleh negara-negara anggota.</p><p>Salah satu kemungkinan adalah menggunakan aset untuk mendanai ganti rugi perang, tambah orang-orang. Namun, keputusan akan tetap bergantung dari negara-negara anggota.</p><p>"Saat ini aset hanya dibekukan. Presiden belum meminta ini untuk dieksplorasi," ujar Eric Mamer, juru bicara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, saat dimintai komentar.</p><p>Sejak invasi Rusia Ukraina, Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah taipan Rusia, termasuk yang terkaya di dunia.</p><p>Beberapa aset yang dibekukan di antaranya adalah superyachts, pesawat pribadi, dan properti. Bahkan, Italia telah membekukan aset dengan nilai mencapai 780 juta euro atau US$862 miliar.</p><p>Uni Eropa juga telah membentuk gugus tugas untuk mengkoordinasikan negara anggota terkait dengan pembekuan aset orang kaya Rusia dan Belarusia.</p>
Uni Eropa Bakal Pakai Aset Taipan Rusia untuk Pulihkan Ukraina
Eropa akan memanfaatkan aset orang kaya Rusia yang terkena sanksi untuk mendanai pemulihan di Ukraina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : Nindya Aldila
Editor : Edi Suwiknyo
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.
5 jam yang lalu
Meneropong Geliat Investasi Baru di IKN Sepanjang 2026
12 jam yang lalu