Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terungkap! Ini Alasan Putin Serang dan Bombardir Ukraina

Ukraina disebut sedang merencanakan serangan besar-besaran ke wilayah Donbass yang dikuasai oleh kelompok separatis Rusia.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 17 Maret 2022  |  15:24 WIB
Terungkap! Ini Alasan Putin Serang dan Bombardir Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA –Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menegaskan bahwa operasi khusus yang sedang berlangsung dilakukan untuk menghentikan pembersihan etnis di Donbass, Ukraina Timur.

Putin menyebut bahwa rangkaian serangan besar-besaran sedang dipersiapkan oleh Ukraina. Serangan itu, menurutnya, tinggal menunggu waktu untuk dilaksanakan sebelum akhirnya Rusia memilih untuk menyerang tetangganya itu terlebih dahulu.

"Rencana ini dihancurkan oleh angkatan bersenjata kita," demikian cuit dari akun resmi Kementerian Luar Negeri Rusia, Kamis (17/3/2022).

Sekadar informasi, tentara Rusia mengklaim menemukan dokumen rahasia milik komando Garda Nasional Ukraina. Dokumen tersebut ditujukan kepada kepala Kiev utara, Odessa selatan, dan departemen teritorial barat Garda Nasional Ukraina.

Dokumen berisi perintah rahasia asli komandan Garda Nasional Ukraina, Kolonel Jenderal Mykola Balan, tanggal 22 Januari 2022 tersebut mengungkap adanya persiapan dari pihak Ukraina untuk melakukan operasi di Donbass yang kini dikuasai oleh separatis pro-Rusia.

“Selama operasi militer khusus, dokumen rahasia komando Garda Nasional Ukraina dimiliki oleh prajurit Rusia. Dokumen-dokumen ini mengkonfirmasi persiapan rahasia oleh rezim Kiev dari operasi ofensif di Donbass pada Maret 2022,” kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov dalam keterangannya, Rabu (9/3/2022).

Igor menambahkan melalui dokumen itu, Ukraina telah mengatur pelatihan kelompok taktis batalion dari brigade operasional ke-4 untuk melakukan tugas tempur (khusus) dalam operasi pasukan gabungan sebagai bagian dari brigade angkatan bersenjata Ukraina. 

Perintah dalam dokumen itu merinci persiapan salah satu kelompok untuk operasi ofensif di zona yang disebut "Operasi Pasukan Gabungan" di Donbass. 

Pihak Ukraina, lanjut dokumen itu, juga menyetujui struktur organisasi dan kepegawaian kelompok batalion-taktis dari brigade operasional ke-4 Pengawal Nasional, organisasi dukungan komprehensifnya dan penugasan kembali ke brigade serangan udara terpisah ke-80 di Ukraina. 

Saya ingin menekankan bahwa sejak 2016, formasi pasukan serangan udara Ukraina ini telah dilatih oleh instruktur Amerika dan Inggris di bawah program pelatihan “standar NATO” di Lviv,” imbuh Igor.  

Sesuai dengan perintah itu, Wakil Komandan Pengawal Nasional ditugaskan untuk mengatur koordinasi tempur kelompok batalion-taktis Pengawal Nasional sebagai bagian dari brigade serangan udara terpisah ke-80 dari tanggal 7 Februari hingga 28 Februari 2022. 

Semua langkah koordinasi tempur kaum nasionalis, lanjut Igor, diperintahkan untuk diselesaikan pada 28 Februari untuk lebih memastikan pemenuhan misi tempur sebagai bagian dari "Operasi Pasukan Gabungan" Ukraina di Donbas. 

Dokumen tersebut berisi tanda tangan asli pejabat komando Garda Nasional Ukraina yang bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas. 

"Kami ingat betul pernyataan pemimpin rezim Kiev yang diedarkan pada bulan Februari oleh media Barat tentang dugaan tidak adanya rencana penyitaan bersenjata terhadap Republik Rakyat Luhansk dan Donetsk. Keinginan mereka untuk menyelesaikan semua masalah diduga "cara politik dan diplomatik." 

Namun, lanjut Igor, dokumen asli militer rahasia Garda Nasional Ukraina dengan jelas membuktikan kepalsuan pernyataan ini. 

"Operasi militer khusus Angkatan Bersenjata Rusia, yang dilakukan sejak 24 Februari, mendahului dan menggagalkan serangan besar-besaran oleh kelompok penyerang pasukan Ukraina di Republik Rakyat Lugansk dan Donetsk, yang tidak dikendalikan oleh Kiev, pada bulan Maret tahun ini," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia vladimir putin
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top