Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 9 Negara Pemilik 13.000 Bom Nuklir, Rusia dan Amerika Terbanyak!

Total senjata nuklir di dunia sekitar 13.080 bom nuklir. Lebih dari 90 persen dikuasai oleh Rusia dan Amerika. Berikut rincian pemilik senjata pemusnah massal di dunia tersebut.
Hendri T. Asworo
Hendri T. Asworo - Bisnis.com 28 Februari 2022  |  10:58 WIB
Senjata nuklir memiliki daya ledak ribuan kalilipat dibandingkan dengan bom berbahan baku TNT. - 8pmprimetimenews.com
Senjata nuklir memiliki daya ledak ribuan kalilipat dibandingkan dengan bom berbahan baku TNT. - 8pmprimetimenews.com

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukannya untuk menyiapkan senjata nuklir dengan status waspada tinggi. Langkah itu diambil setelah ditekan sejumlah negara dengan beberapa sanksi, buntut dari invansi Rusia ke Ukraina.

Aksi orang nomor satu Rusia itu kontan saja membuat situasi keamanan dunia memanas. Apalagi negeri Beruang Merah itu memiliki senjata nuklir terbesar di dunia.

Seperti dilansir Arms Control Accociation dan Statiska.com, jumlah senjata nuklir di dunia mencapai 13.080, dan lebih dari 90 persen dikuasai Rusia dan Amerika. "Sekitar 9.600 hulu ledak nuklir di bawah kendali militer dan sisanya menunggu pembongkaran," tulis Arms Control Accociation dikutip Bisnis, Senin (28/2/2022). 

Sebenarnya ada konsensus antara negara-negara pemilik senjata nuklir seperti Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis, bahwa mereka tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam berperang. Janji tersebut diperbarui pada awal Januari 2022 seiring dengan memanasnya hubungan Rusia dan Ukraina. 

“Pengakuan bahwa itu [janji tidak menggunakan senjata nuklir] adalah sesuatu yang ingin kami hindari. Terutama selama masa sulit, saya pikir patut diperhatikan," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip dari Stastika. 

Federasi Ilmuwan Amerika (FAS) menyebutkan Rusia dan AS sebenarnya telah mengikuti program pelucutan senjata nuklir sejak Perang Dingin. Senjata yang akan dipensiunkan mencapai 3.660 hulu ledak nuklir, dan menunggu pembongkaran, tetapi saat ini masih utuh.

Namun, angka pembongkaran hulu ledak nuklir ini terus menurunkan jumlahnya. FAS menyatakan AS kemungkinan mengurangi jumlah persenjataannnya,  tetapi China, India, Korea Utara, Pakistan, Rusia, dan Inggris  justru dianggap meningkatkan stoknya.

Terlepas dari janji baru itu, FAS memperingatkan pada akhir 2021 bahwa alih-alih merencanakan perlucutan senjata nuklir, negara pemilik bom atom itu tampaknya berencana untuk mempertahankan persenjataan besar untuk masa depan yang tidak terbatas.

"Semua terus memodernisasi kekuatan nuklir mereka yang tersisa, dan semua tampak berkomitmen untuk mempertahankan senjata nuklir untuk masa depan yang tidak terbatas."

Berdasarkan data Arms Control Accociation (ACC) dan Statiska, jumlah senjata nuklir dari 9 negara tidak banyak mengalami perubahan. Namun, jumlah senjata nuklir milik Amerika dan India justru mengalami peningkatan. (Lihat tabel)

Negara-negara pemilik senjata nuklir
NamaVersi ACCVersi Statiska
Rusia6.2576.257
Amerika5.550 5.600
China350350
Prancis290290
Inggris225225
Pakistan165165
India 156160
Israel9090
Korea Utara40-5045

Ancaman Senjata Nuklir bagi Manusia

Dengan adanya status waspada tinggi terhadap kesiapan senjata nuklir Rusia, hal ini menimbulkan kekhawatiran dunia. Sejak peristiwa pemboman Hirosima dan Nagasaki, senjata itu tidak pernah digunakan. Meskipun produksi bom nuklir mengalami peningkatan signifikan saat Perang Dingin.

Senjata nuklir adalah senjata yang sangat mengerikan. Daya ledaknya bisa mencapai ribuan kalilipat dari pada bom berbahan TNT. Tidak hanya daya ledaknya, efek radioaktif yang ditimbulkan dari senjata nuklir dapat mencemari lingkungan. Bahkan, mengakibatkan mutasi genetik dan kecacatan jika manusia terpapar oleh radiasi.

Seperti peristiwa bom atom di Hiroshima dan Nagasaki yang menewaskan ratusan ribu manusia. Di Hirosima diperkirakan korban yang meninggal mencapai 140.000 jiwa dari populasi penduduk sebanyak 350.000 orang. Adapun, di Nagasaki yang meninggal mencapai 74.000 orang.

Tidak hanya itu saja. Korban terus bertambah dari efek radiasi bom yang diledakkan pada 76 tahun lalu itu. Korban di Hirosima lebih besar karena dijatuhkan di daerah padat penduduk.

Kapasitas bom atom di Hirosima sebenarnya lebih kecil dibandingkan dengan Nagasaki. Bom yang diberi nama 'Little Boy'  itu berukuran 15 kiloton atau setara 12.000 - 15.000 ton TNT, sedankan 'Fat Man' di Nagasaki memiliki kapasitas 21 kiloton. Masing-masing bom itu mampu menghancurkan area seluas 13-20 Km.

Tsar Bomba

Ilsutrasi ledakan Tsar Bomba. Bom atom terbesar yang pernah diciptakan di muka bumi ini./funfactz.com

Adapun bom atom terbesar yang pernah diuji coba milik Rusia dengan nama Tsar Bomba. Bom itu diledakan pada 30 Oktober 1961 di sekitar Mityushikha Bay, Laut Arktik. Seperti dikutip Wikipedia, bom ini didesain untuk meledak pada ketinggian 4 kilometer dari permukaan tanah dengan menggunakan sensor barometrik.

Ketinggian pelepasan bom adalah setinggi 34.500 kaki, dan sewaktu meledak memiliki daya ledak sebesar 50 Megaton TNT yang sebanding dengan seluruh bom yang meledak pada Perang Dunia II dan dikalikan 10 atau 1.350-1.750 kali lebih kuat daripada bom nuklir Hiroshima dan Nagasaki.

Awalnya, Tsar Bomba direncanakan memiliki daya ledak sebesar 100 Megaton TNT tetapi dibatalkan karena berdampak luas bagi Atmosfer.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir Rusia vladimir putin Ukraina Perang Rusia Ukraina
Editor : Hendri T. Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top